Karo Termasuk Wilayah dengan Potensi Bahaya Longsor Kategori Sedang-Tinggi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Karo Kabupaten Karo di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Hal ini berdasarkan informasi diperoleh dari Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, sebanyak 17 kecamatan di Karo berada pada potensi tersebut, termasuk salah satunya Kecamatan Dolat Rayat.

"Luas bahaya di sejumlah kecamatan tersebut mencapai 104.800 hektare," kata Abdul Muhari dalam keterangan diperoleh Liputan6.com, Senin (26/9/2021).

Keterangan itu disampaikan terkait peristiwa tanah longsor yang terjadi di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Karo, pada Minggu, 25 September 2021. Dalam peristiwa yang terjadi pukul 15.00 WIB, 5 pekerja tertimbun longsor, 2 ditemukan meninggal dunia, 1 luka-luka, dan 2 lagi masih dalam pencarian.

Tim gabungan dibantu warga desa masih berusaha untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang. Sedangkan korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis. Korban terdampak berada di lokasi perbaikan penahan tebing jalan dan saluran air.

"Peristiwa longsor ini dipicu struktur tanah yang labil. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo masih melakukan kajian di lapangan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor," terang Abdul Muhari.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Longsor di Area Proyek Perbaikan Tebing

5 orang dikabarkan tertimbun material tanah longsor yang terjadi Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 15.00 WIB
5 orang dikabarkan tertimbun material tanah longsor yang terjadi Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 15.00 WIB

Insiden tersebut terjadi di area pembangunan dinding penahan pada tebing jalan dan saluran air. Pihak BPBD menyebutkan, lokasi terdampak longsor pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya pada tahun lalu, sehingga pemerintah daerah membangun dinding penahan sepanjang sisi jalan yang rawan longsor.

Analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat sejumlah wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. Wilayah dengan potensi ini teridentifikasi di Kecamatan Barusjahe, Berastagi, Dolat Rayat, Juhar, Laubeleng, Mardingding, Merdeka, Merek, Namanteran, Payung, Tigabinanga dan Tiganderket.

Sedangkan pada kategori menengah, wilayah teridentifikasi yaitu Kecamatan Kabanjahe, Kutabuluh, Simpang Empat dan Tigapanah.

Peringatan Dini Cuaca

Ilustrasi Tanah Longsor
Ilustrasi Tanah Longsor

Pantauan peringatan dini cuaca BMKG menyebutkan, wilayah Sumut berpeluang hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada 27 hingga 28 September 2021. Pantauan potensi hujan di tingkat kecamatan mencatat wilayah Dolat Rayat berpotensi hujan ringan hingga sedang pada hari ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, salah satunya tanah longsor. Warga bersama anggota masyarakat lain dapat melakukan pemantauan bersama di lapangan, khususnya mengidentifikasi potensi gerakan tanah.

"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu untuk ditingkatkan, khususnya di saat musim hujan. Hujan lebat dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya gerakan tanah dan berujung tanah longsor," tandasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel