Kartu Merah yang Meruntuhkan Keyakinan Paris Saint-Germain

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gelandang Paris Saint-Germain, Marco Verratti, menyesalkan kartu merah yang didapat Angel Di Maria. Sebab, hukuman tersebut membuat keyakinan Les Parisiens untuk mengejar selisih gol runtuh seketika.

PSG terpaksa mengakui keunggulan Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions di Etihad Stadium, dini hari tadi. Neymar cs menyerah dengan skor 0-2.

Hasil tersebut membuat agregat menjadi 1-4 untuk kemenangan The Citizens sekaligus memupus mimpi PSG untuk melaju ke final dua musim beruntun.

Sejatinya, PSG bermain baik di laga ini. Mereka tampil dominan dengan mencatatkan 56 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan ke gawang. Sialnya, tak ada satu pun yang mengancam gawang The Citizens.

Yang terjadi justru Les Parisiens harus menerima kenyataan pahit setelah Angel Di Maria diusir wasit di menit 69 setelah kedapatan menginjak kaki Fernandinho. Situasi tersebut membuat PSG semakin sulit mengejar selisih gol. Apalagi, mereka butuh menciptakan empat gol setelah tertinggal dua gol.

Padahal, sebelum kartu merah dikeluarkan, pasukan Mauricio Pochettino tampil cukup percaya diri meski sudah kebobolan. Namun, ketika harus bermain dengan 10 orang, kepercayaan diri mereka otomatis terkikis hingga tak bisa berbuat banyak dalam kekalahan ini.

"Kami masih percaya (menang) sampai akhirnya muncul kartu merah. Kami menciptakan banyak peluang. Kami bermain lebih baik dari mereka meski kami kecolongan gol dari peluang pertama yang mereka miliki, seperti di leg pertama," kata pemain asal Italia dikutip situs resmi UEFA.

"Kami terus berjuang hingga akhir. Kami bisa menatap satu sama lain, telah mencoba segalanya. Dua tahun berturut-turut kami ke semifinal. Dan itu menandakan kami dalam tren baik. Tapi, kami gagal mencapai final," lanjutnya.

Langkah PSG harus terhenti di semifinal. Sedangkan, ManCity masih menunggu pemenang duel Real Madrid kontra Chelsea sebagai lawan yang akan dihadapi di partai puncak.