Kartu Multitrip KRL Bebas Antre, Isi Ulang Mulai Rp 20 Ribu

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persiapan penerapan e-ticketing menyeluruh dengan mengganti seluruh tiket kertas menjadi tiket elektronik berbentuk kartu untuk perjalanan KRL di Jabodetabek, terus dilakukan PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ).

Untuk kartu perdana e-ticketing Multi Trip untuk Commuter Line Jabodetabek yang mulai dipasarkan sejak 24 Juni 2014, PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) membanderol harga Rp 20 ribu.

"Jadi harga kartu Rp 20 ribu dan saldo ada Rp 13 ribu. Bisa dibeli di loket kereta di setiap stasiun Jabodetabek," ujar Dirut PT KCJ, Tri Handoyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2013).

Tri menambahkan untuk pilihan top up Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 200 ribu hingga maksimal isi ulang Rp 1 juta. Namun, kartu tersebut tidak dapat digunakan secara bersamaan.

"Masa berlaku kartu tidak dibatasi dan kartu dapat digunakan selama saldo minimal Rp 13 ribu," katanya.

Penumpang yang tidak tapping (menempelkan kartu) di pintu masuk makan saat di pintu keluar akan dikenakan tarif tertinggi. Apabila saldo tidak mencukupi, harus diselesaikan di loket stasiun.

"Selain itu kalau terjadi peristiwa darurat dan perjalanan menjadi terganggu karena ada musibah seperti banjir atau gempa bumi dan lain-lain tidak ada pihak manapun yang dapat dituntut. Kecuali kalau terjadi gangguan teknis," katanya.

Menurut Tri, pihaknya akan menjual dua sistem tiket, yaitu single trip dan multitrip. Sistem single trip hanya bisa digunakan untuk sekali perjalanan, sedangkan multitrip untuk berkali-kali dengan catatan saldonya mencukupi.

"Kartu multitrip disimpan oleh penumpang dan diisi saldo, sedangkan single trip hanya sekali pakai," ujarnya.

Lebih lanjut Tri mengimbau agar penumpang menggunakan kartu multitrip. "Kartu ini sangat bermanfaat. Tidak perlu antre beli tiket, bebas naik dan turun, pemotongan sesuai tarif tujuan. Penumpang tinggal tap in dan tap out saja," katanya.

Dikatakan, saldo minimal untuk bisa digunakan naik commuter line adalah sebesar Rp 7.000. Saldo ini merupakan tarif maksimal perjalanan KRL. Tarif termahal commuter line sendiri adalah jurusan Bogor-Maja yang mencapai Rp 7.000 per 1 Juli mendatang.

Tarif ini mengalami penurunan yang sangat drastis karena subsidi dari pemerintah. Sebelum ada subsidi, tarif jurusan tersebut adalah Rp 18.000.

Menurut Tri, total transaksi tiap hari mencapai 300.000 tiket commuter line. Dari angka itu, sebanyak 120.000 di antaranya masih menggunakan tiket kertas, sisanya e-ticketing yakni single trip dan multitrip. Saat ini, penumpang di Jabodetabek tercatat berjumlah 450.000 per hari.

"Ada sekitar 150.000 orang yang masih menggunakan KRL ekonomi," lanjutnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.