Kartu Prakerja bantu Diyah bangkitkan kembali usahanya

Diyah Rosianingsih bukan "anak baru" di dunia jual beli online. Dia telah mulai berjualan baju dan peralatan rumah tangga secara online atau daring sejak 2008 ketika media sosial mulai menjamur di Tanah Air.

Sempat berhenti berjualan secara daring pada 2012 karena menikah dan pindah ke Pekanbaru, Riau. Meskipun demikian, perempuan asal Sidoarjo di Jawa Timur itu tidak kemudian berhenti untuk berjualan secara offline.

Diyah kembali berjualan secara daring ketika kembali ke kampung halamannya pada 2015. Bedanya, dia kini mulai mengembangkan usahanya dengan berjualan di marketplace untuk menjaring semakin banyak pelanggan.

Bergelut di marketplace, perempuan berusia 36 tahun itu kemudian menemukan sukses sebagai seller. Bahkan di puncak kesuksesan dia dapat menjual 1.000 paket setiap harinya pada 2016-2017.

"Di 2018 akhir, saya ketipu. Hampir Rp1 miliar dan habis itu collapse lalu disusul pandemi. Waktu 2019 itu saya bingung mau ngapain karena tidak punya modal dan gaji suami dipotong waktu pandemi," ujar Diyah ketika ditemui ANTARA di acara Kartu Prakerja di Bali, Senin (14/11).

Di saat itulah dia mendengar informasi soal Program Kartu Prakerja, yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal 2020 untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja di Indonesia.

Program itu menawarkan kesempatan bagi para pencari kerja, yang sudah bekerja dan berwirausaha untuk mengembangkan kemampuan mereka dengan bantuan pelatihan yang disertai insentif.

Mendapatkan informasi soal Kartu Prakerja dari temannya, Diyah kemudian mendaftar dan diterima menjadi peserta Gelombang ke-7.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk membantu membangkitkan kembali usahanya, ia kemudian langsung mendaftar pelatihan yang terkait dengan berjualan, yaitu marketing online dan copywriting.

Diyah juga langsung memanfaatkan insentif yang diterima, dibagi untuk membayar cicilan yang masih berjalan meski usahanya sempat terhenti dan sisanya digunakan sebagai modal untuk membuat usaha baru.

Tidak patah arang, Diyah mencoba kembali berjualan secara daring dan memulainya dengan menjual pengharum mobil beragam wangi dan bentuk yang sedang digemari.

"Seluruh modal awalnya ya dari semua insentif Prakerja itu," katanya.

Diyah kemudian melakukan riset mandiri dan menemukan bahwa salah satu produk yang banyak digemari adalah yang berkaitan dengan hobi. Alasannya adalah karena pembatasan mobilitas di awal pandemi membuat banyak orang yang berada di rumah kemudian menghabiskan waktu untuk mengurus hobi mereka.

Akhirnya dia memutuskan untuk menjual berbagai produk terkait otomotif, seperti sabun mobil dan motor serta berbagai jenis lainnya.

Bisnisnya berkembang dengan stabil sehingga pada awal 2021 diputuskan untuk mempekerjakan karyawan untuk membantu usahanya. Dia juga dapat menjual sekitar 2.400 paket setiap bulan.

Meski belum berada di titik seperti usaha online sebelumnya, Diyah yakin dengan memperkerjakan karyawan dan membantu orang untuk mendapatkan penghasilan, maka rezeki akan bertambah.

Kini dia telah memiliki tiga orang karyawan, tidak hanya untuk usaha berjualan daring, tapi juga untuk dagangannya yang lain, yaitu gorengan dan berjualan sayur.

Usaha gorengan miliknya kini sudah dapat dipesan antar melalui aplikasi transportasi dan untuk sayur dia melayani layanan antar untuk warga di sekitar rumahnya.

Dia mengandaikan perluasan usaha itu, seperti hewan gurita yang bersungut banyak, mengambil setiap kesempatan yang ada untuk memajukan diri.

Dari usaha bangkit kembali dan bertemu program Kartu Prakerja itu dia kini memiliki tagline untuk Kartu Prakerja, yaitu "Dengan Kartu Prakerja saya bisa buka lowongan kerja".

Tidak hanya insentif, dia juga mencoba menerapkan ilmu yang didapatnya dari pelatihan Kartu Prakerja seperti bagaimana memberikan layanan kepada pelanggan dan menulis deskripsi yang informatif dan menarik bagi calon pembeli.

Dukungan juga didapat dari keluarganya, bahkan sang suami membantu untuk membuat sistem laporan keuangan bagi usaha-usahanya demi memastikan semua pengeluaran dan pemasukan tercatat dengan baik.

Diyah juga tidak berniat berhenti untuk terus berkembang. Dia memiliki rencana untuk mencari usaha baru dan mempekerjakan lebih banyak lagi orang sebagai salah satu sumbangsih untuk mengurangi pengangguran di wilayah tempat tinggalnya.

Rencana pertama adalah mendirikan kios jasa pembayaran secara daring untuk berbagai kebutuhan, seperti membayar BPJS Kesehatan, token listrik dan berbagai kebutuhan lain.

Keinginan untuk membuka jasa pembayaran itu tidak hanya demi mendapatkan penghasilan, tapi juga membantu orang-orang yang kesulitan membayar BPJS Kesehatan bagi yang benar-benar membutuhkan.

Kalau Tuhan merestui, sebagian dari hasilnya nanti dia buat membantu membayar BPJS Kesehatan mereka yang benar-benar membutuhkan.

Diyah juga kini tengah bekerja sama dengan beberapa UMKM untuk mengembangkan produk yang bisa dijual di toko-toko yang dia buka di beberapa marketplace. Jenis produk yang dikembangkan, seperti pelindung dada untuk pemotor, sun visor dan tempat tisu yang menggunakan brand dia sendiri.

Untuk produk-produk tersebut Diyah bekerja sama dengan beberapa perajin di Kecamatan Tanggulangin di Kabupaten Sidoarjo yang terkenal dengan kerajinan tangan kulit.

Setiap rencana yang disusun Diyah memiliki satu tujuan, setidaknya dapat kembali mencapai kesuksesan yang sempat diraihnya pada 2016-2017 ketika dapat menjual sekitar 1.000 paket per hari.

Kartu Prakerja, katanya, menjadi salah satu faktor yang mendorong dalam langkah pertama mencapai rencana-rencana tersebut, yang akan disertai juga dengan usahanya ke depan. Dia menyampaikan apresiasi atas ilmu-ilmu yang didapatnya dari pelatihan di program Kartu Prakerja.

Harapannya lewat ilmu yang didapatkan dari Kartu Prakerja, lebih banyak "Diyah" yang lain yang dapat mengaplikasikan lewat kerja keras untuk membangun dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas angkatan kerja yang kompetitif di Tanah Air.