Kartu Prakerja gandeng IPB jaga kualitas program pelatihan

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) yang akan dilibatkan dalam menilai dan menjaga kualitas program yang ditawarkan lembaga pelatihan.

“Ini bagian dari upaya untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas program pelatihan Kartu Prakerja,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

PMO Kartu Prakerja menyepakati kerja sama dengan IPB terkait pemantauan penyelenggaraan pelatihan program untuk mendorong penguatan tata kelola dan meningkatkan akuntabilitas program ke depan.

Menurut dia, kerja sama dengan institusi pendidikan itu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 tahun 2020 yang menyebutkan agar PMO melibatkan ahli dalam penilaian pelatihan.

Sebelumnya, PMO Kartu Prakerja telah menandatangani kerja sama serupa dengan Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, dan Indonesia Mengajar.

Rudy menambahkan sejak dibuka 11 April 2020, Program Kartu Prakerja mendapat sambutan besar masyarakat dengan pendaftar mencapai 42 juta orang.

Dari jumlah itu pada gelombang 1-10, penerima sudah mendekati 5,6 juta orang dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Kartu Prakerja melibatkan tujuh platform digital sebagai mitra dan 147 lembaga pelatihan dengan menawarkan lebih dari 1.500 jenis pelatihan.

Sementara itu, Manajemen Direktur Eksekutif PMO Program Kartu Prakerja Denni Purbasari dalam kesempatan yang sama menjelaskan pihaknya sudah menyalurkan Rp5,7 triliun insentif kepada 4,9 juta penerima dari gelombang satu hingga 10 per 30 Oktober 2020.

“Kenapa tidak banyak? Karena Permenko menyatakan kami menyalurkan Rp600 ribu per bulan itu betul-betul per bulan, tidak bisa dirapel,” katanya.

Dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah mengalokasikan Rp20 triliun untuk program Kartu Prakerja.

Setiap penerima mendapatkan total insentif Rp2,4 juta yang dibayar per bulan sebesar Rp600 ribu selama empat bulan setelah menyelesaikan pelatihan dan memberikan peringkat dan ulasan pelatihan.

“Kalau dirapel di depan biasanya orang-orang cepat belanja dan kemudian di bulan ke dua, kurang uang,” imbuhnya.

Baca juga: Survei Kartu Prakerja: Sebanyak 13 persen pengangguran jadi bekerja
Baca juga: Lewat dompet elektronik, Kartu Prakerja akselerasi inklusi keuangan
Baca juga: Pemerintah batasi komisi mitra digital bagi lembaga pelatihan Prakerja