Kartu Prakerja Gelombang 16 Dibuka, Target 2,7 Juta Peserta di Semester I 2021 Genap

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang 16 pada Kamis 25 Maret 2021. Adapun kuota pada gelombang 16 kali ini sebanyak 300 ribu peserta.

Kuota gelombang 16 ini tidak seperti gelombang sebelumnya yang mencapai 600 ribu peserta. Alasannya, pemerintah menargetkan di semester I 2021 ini ada 2,7 juta peserta lolos Kartu Prakerja.

"Dengan demikian genaplah target kami untuk merekrut 2,7 juta peserta di semester 1 tahun 2021," kata Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu seperti ditulis pada Jumat (26/3/2021).

Sebagai informasi saja, persyaratan untuk menerima Kartu Prakerja masih sama, yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), usia 18 tahun ke atas dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Program ini ditujukan kepada pencari kerja, penganggur, pekerja dan wirausaha.

Pemerintah juga mengajak para pekerja yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaan, dan para Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang terdampak pandemi covid-19.

Sementara insentif yang diterima oleh peserta Kartu Prakerja juga masih sama terdiri dari Rp 1 juta bantuan pelatihan, insentif pasca pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dengan total Rp 2,4 juta, serta insentif pasca survei masing-masing Rp 50 ribu senilai Rp 150 ribu.

Sudah Lolos Kartu Prakerja Gelombang 15, Selanjutnya Apa?

Cara Mudah Daftar Kartu Prakerja dan Fasilitas yang Didapat. (Sumber: Situs Resmi Kartu Prakerja)
Cara Mudah Daftar Kartu Prakerja dan Fasilitas yang Didapat. (Sumber: Situs Resmi Kartu Prakerja)

Sebelumnya, peserta lolos Program Kartu Prakerja gelombang ke-15 resmi diumumkan pada Rabu 24 Maret 2021. Sebanyak 600 ribu peserta berhak mengikuti proses selanjutnya.

Adapun para peserta yang lolos Kartu Prakerja gelombang 15 akan mendapatkan pesan SMS berupa seleksi dan pemberitahuan bahwa mereka lolos. Mereka juga bisa memeriksa langsung pengumuman melalui dashboard www.prakerja.go.id.

Selanjutnya apa yang harus dilakukan peserta yang lolos?

Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menyampaikan, para peserta yang lolos harus menonton video tentang Kartu Prakerja terlebih dulu sebelum bisa membeli pelatihan.

Berikut ini langkah mengikuti pelatihan dengan Kartu Prakerja:ㅤㅤ

1. Cek dashboard akun Prakerja untuk memastikan dana pelatihan sudah tersedia

2. Bandingkan pelatihan di Bukalapak, Mau Belajar Apa, Pintaria, Pijar Mahir, Sisnaker, Sekolahmu, atau Tokopedia

3. Sobat harus menonton video tentang Kartu Prakerja yang ada di dashboard sebelum membeli pelatihan pertama

4. Pilih pelatihan sesuai kebutuhanmu

5. Beli pelatihan dan bayar dengan Nomor Kartu Prakerja

6. Batas waktu pembelian pelatihan adalah 30 hari sejak menerima SMS pengumuman.

"Bila lewat dari waktu tersebut, maka kepesertaan akan dicabut," mengutip laman resmi @prakerja.go.id.

Dikatakan jika bantuan Kartu Prakerja tidak diberikan dalam bentuk kartu fisik. Karena itu, yang lolos akan mendapatkan Nomor Kartu Prakerja yang dapat digunakan untuk membeli pelatihan.

Pilih Pelatihan dengan Seksama

Peserta lolos juga diminta menjaga kerahasiaan Nomor Kartu Prakerja miliknya. "Saat ini, kami sedang mengirimkan dana ke akun Prakerja Sobat secara bertahap. Bila dananya belum tersedia, silakan cek kembali akun Prakerja Sobat secara berkala, ya," pinta manajemen dalam instagramnya.

Peserta Kartu Prakerja juga diingatkan memilih pelatihan dengan seksama karena kesempatan untuk mengikuti program Kartu Prakerja hanya satu kali.

Seperti diketahui kota penerima dari gelombang ke-15 ini masih sama dengan sebelumnya yakni 600 ribu peserta. Dengan demikian secara keseluruhan dari gelombang 12-15 sudah direkrut sebanyak 2,4 juta orang.

"Jadi dari gelombang 12 sampai 15 sudah direkrut 2,4 juta orang dari target semester 1 sebesar 2,7 juta orang," jelas Louisa Tuhatu.

Dengan demikian, untuk kouta peserta gelombang ke-16 kartu Prakerja hanya tersisa sebanyak 300.000 orang saja. Mengingat target pada semester 1 hanya mencapai 2,7 juta orang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: