Kartu SIM Ini Bikin Warganet Terkejut

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Setiap orang yang mengoperasikan kendaraan bermotor di jalan raya wajib memiliki surat izin mengemudi atau SIM. Hal ini untuk memastikan bahwa mereka memiliki kecakapan dalam mengemudi mobil atau mengendarai sepeda motor.

Masa berlakunya selama lima tahun, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Biaya pembuatan kartu SIM yakni Rp120 ribu untuk SIM A, dan Rp100 ribu untuk SIM C.

Aturan mengenai kewajiban memiliki SIM berlaku tidak hanya di Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia. Penerapannya juga sudah sejak dahulu kala, seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Instagram @dramanostalgia, Sabtu 9 Januari 2021, pemilik aku mengunggah dua foto yang berisi kartu SIM C yang diterbitkan pada 1979.

Dalam foto tersebut, tampak ukuran kartu berbeda dengan yang ada saat ini, dimensinya lebih besar dan mirip Kartu Tanda Penduduk zaman dahulu.

Pada bagian depan terpampang foto pemegang SIM, nomor, masa berlaku, tanda tangan, serta cap jempol. Sementara, di bagian belakang tertulis data pribadinya.

Data yang tertera tidak berbeda jauh dengan SIM yang diterbitkan saat ini, mulai dari nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, pekerjaan, serta golongan darah. Yang terakhir disebutkan adalah agar saat terjadi kecelakaan, petugas medis bisa mengetahui korban membutuhkan darah golongan apa.

Unggahan tersebut mendapat banyak sekali respons dari warganet. Mereka rata-rata tidak menyangka, bahwa SIM zaman dahulu bentuknya seperti itu.

“Zaman dulu blm ada komputer masih pake mesin tik,” kata warganet.

“Kyk kartu pelajar ya,” tulis warganet lainnya.

“Nah ini baru surat. Kalo SIM sekarang malah qe kartu multi trip,” tutur warganet.