Karutan Depok Ditangkap Pakai Sabu, Ini Respons Kemenkumham Jabar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Taufiqurrakhman menegaskan bakal menindak tegas personelnya yang terbukti terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Hal ini menyusul adanya penangkapan terhadap Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Depok, Anton terkait kasus narkoba.

"Ya enggak masalah, (termasuk Karutan) kalau terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan Polres Jakbar, ya masa enggak ditindak. Ya pasti ditindak," kata Taufiqurrakhman saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu, 18 Juli 2021.

Menurut dia, saat ini Anton masih dalam status penyidikan di Polres Jakarta Barat. Tentu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang dialami Kepala Rutan Depok Anton kepada aparat kepolisian. Anton ditangkap di kamar kos daerah Slipi, Jakarta Barat.

"Kemenkumham tidak akan menghalang-halangi aparat penegak hukum apabila ada petugas Kemenkumham terjerat kasus hukum," ujarnya.

Saat ini, kata Taufiq, tengah diusulkan untuk dilakukan pemberhentian sementara hingga ada titik terang status hukumnya. Sementara, jabatan Kepala Rutan Depok diisi oleh pejabat pelaksana harian (Plh) supaya pelayanan pembinaan pemasyarakatan di Rutan Depok tetap berjalan seperti biasa. "Kan masih asas praduga tak bersalah, masih dalam pengembangan polisi," jelas dia.

Di samping itu, Taufiq mengatakan pimpinan Kementerian Hukum dan HAM terus melakukan pembenahan, pembersihan, dan pembinaan yang tegas terhadap seluruh personelnya untuk program zero toleransi atas pelanggaran yang dilakukan pegawai Kemenkumham. "Terlebih kasus narkoba, bisa terancam sanksi pemberhentian dengan tidak hormat," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Ronaldo Maradona menjelaskan kronologi seorang petugas Lapas Depok, Anton ditangkap karena diduga konsumsi narkoba jenis sabu di kamar kos daerah Slipi, Jakarta Barat pada Jumat, 25 Juni 2021 sekira jam 03.30 WIB.

Menurut dia, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan Anton berupa satu paket narkoba jenis sabu dengan berat brutto 0,52 gram, satu buah alat hisap berupa cangklong dan bong bekas sisa pakai, empat butir obat aprazolam dan satu unit handphone.

"Tersangka A mendapatkan narkotika dari tersangka M yang juga berhasil diamankan pada 28 Juni 2021," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, Anton mengenal tersangka M sejak tahun 2009 saat tersangka M menjadi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tempat tersangka Anton dinas. "Hasil cek urine yang dilakukan terhadap tersangka A yaitu positif (+) mengandung narkotika jenis amphetamine, methamphetamine dan benzo," jelas dia.

Atas perbuatannya, tersangka Anton dikenakan Pasal 112 Ayat (1) sub Pasal 127 Ayat (1) huruf (a) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Baca juga: Detik-detik Kepala Rutan Depok Ditangkap Pakai Sabu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel