Karya Anak Bangsa, Vaksin Merah Putih Diharapkan Jadi Solusi Hentikan Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2020 ini memang tahun yang berat dengan adanya pandemi Corona Covid-19. Namun, Indonesia masih bisa bangkit dari kondisi ini, dengan adanya vaksin Merah Putih yang kini tengah dikembangkan.

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman dengan peneliti dari Eijkman, LIPI, UI, UGM, ITB, dan Unair.

"Dengan adanya vaksin merah putih yang dikembangkan semoga bisa segera menjadi salah satu solusi hasil karya anak bangsa yang tentu harus kita dukung sepenuhnya dalam proses pengembangannya," kata Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. I Gede Wenten.

Kepala Lembaga Eijkman Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D menjelaskan bahwa vaksin merah putih ini dikembangkan dengan metode rekombinan. Vaksin ini menggunakan buatan anak bangsa dan murni menggunakan strain Covid-19 di Indonesia, dilakukan oleh peneliti Indonesia dan diharapkan sangat tepat untuk masyarakat Indonesia.

"Vaksin Merah Putih saat ini sudah pada tahap akan diuji pada hewan dan setelah itu baru uji klinis tiga kali," ujar Amin.

Amin Soebandrio berpesan pada masyarakat Indonesia, sebelum vaksin ini bisa diproduksi massal, terlebih dahulu masyarakat Indonesia harus yakin 100% bahwa virus ini memang ada, sehingga solusi vaksin karya anak bangsa ini dapat bermanfaat dan diterima di seluruh lapisan masyarakat.

Produksi Vaksin Ini Diawasi BPOM RI

Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Sementara itu, menurut Ir. Honesti Basyir, vaksin merah putih ini akan diberikan dari Lembaga Eijkman ke PT Biofarma untuk dilakukan uji klinis. PT Biofarma selaku holding farmasi di Indonesia berperan dalam penanganan Covid-19 ini dengan melakukan proses menggunakan model quadriple helix.

"Beberapa hal yang diperhatikan dalam produksi Vaksin Merah Putih ini yaitu produksi vaksin harus efektif, cepat, aman, mandiri dan juga hala," kata Honesti Basyir.

Selanjutnya, Direktur Registrasi BPOM RI Dra. Rizka Andalucia menuturkan bahwa BPOM selaku regulator dalam health security akan terus mengawasi produksi vaksin ini mulai dari pre hingga post-clinical, setelah lulus uji klinis tiga maka BPOM akan mengeluarkan izin untuk produksi massal vaksin Merah Putih.

Indra Rudiansyah selaku mahasiswa di Oxford yang sedang mengikuti riset vaksin Covid-19 di Oxford menuturkan bahwa vaksin merah putih yang merupakan vaksin pertama dengan seluruh prosesnya melibatkan orang Indonesia sehingga vaksin ini sangat berperan penting dalam pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan di Indonesia dimana sebelumnya masih terasa kurang.

Kemudian Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi memaparkan bahwa proses pengembangan vaksin merupakan proses yang rumit dan kompleks membutuhkan waktu umumnya 10-15 tahun. Namun, karena situasi terdesak pandemi seperti ini, akhirnya proses ini dipercepat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: