Karyawan Ford Tolak Vaksinasi Bakal Dapat Sanksi Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ford akan mengamanatkan vaksinasi kepada 32 ribu karyawannya di Amerika Serikat (AS). Karyawan Ford diberikan waktu hingga Rabu, 8 Desember 2021 untuk divaksinasi penuh atau penuhi dosis kedua.

Bagi pekerja yang menolak vaksinasi, perusahaan akan memberikan sanksi cuti maksimal 30 hari. Selama cuti, pekerja tetap mendapat upah tetapi setelah itu perusahaan mencabut fasilitas asuransi pekerjaan mereka. Pengecualian berlaku jika karyawan tidak memenuhi persyaratan secara medis atau agama.

"Mandat ini bertujuan untuk mencapai tingkat vaksinasi setinggi mungkin tanpa konsekuensi berat bagi karyawan mana pun," ujar Juru Bicara Ford dilansir dari laman CNN ̧ ditulis Minggu (7/11/2021).

Ford menjadi yang pertama dari tiga produsen mobil di AS yang mewajibkan vaksinasi bagi karyawannya di AS.

Sebelumnya kebijakan pernah terlaksana guna mendorong vaksinasi terhadap 88 ribu tenaga kerja AS. Saat itu tidak bukan sebuah keharusan, sifatnya hanya partisipan saja.

General Motors ( GM ) dan Stellantis pun turut menyerukan vakisnasi penuh kepada karyawan mereka di Kanada.

Juru bicara menambahkan bagi Ford kesehatan dan keselamatan tenaga kerja tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Upaya ini mendapat dukungan dari karyawan dengan mematuhi protokol kesehatan. Lebih dari 84 persen karyawan pun sudah divaksinasi COVID-19.

"Kebijakan itu kami terapkan sebagai langkah-langkah untuk melindungi tim kami. Ford sekarang akan mewajibkan sebagian besar karyawan yang digaji AS untuk divaksinasi penuh COVID-19 sampai 8 Desember 2021. Hal ini sejalan dengan pedoman kontraktor federal,” tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tidak Sepenuhnya Dipatuhi

Ilustrasi sedang divaksinasi (unsplash)
Ilustrasi sedang divaksinasi (unsplash)

Serikat kerja yang mewakilkan sebagain karyawan Ford lainnya tidak langsung melaksanakan mandat

tersebut. Lantaran, perusahaan belum meresmikan serta mengajak karyawan berdiskusi terkait kewajiban vaksinasi bagi pekerja di AS.

"Pedoman OSHA-ETS belum dirilis dan harus dinegosiasikan dengan UAW. Sementara persyaratan OSHA akan diterapkan saat ini sedang ditinjau dan didiskusikan dengan pimpinan serikat pekerja,” ujar Juru Bicara Ford.

Juru Bicara UAW menyampaikan sekitar 56 ribu anggota serikat United Auto Workers (UAW) yang bekerja untuk Ford tidak akan tunduk atas mandat baru perusahaan.

Berharap Ada Keringanan

Ilustrasi vaksinasi (Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels).
Ilustrasi vaksinasi (Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels).

"Kami berada di posisi yang seimbang. Kami mendorong semua anggota untuk divaksinasi tetapi di sisi lain kami juga memahami kondisi anggota lianya tidak bisa divaksinas karena alasan kesehatan dan agama," tegas juru bicara UAW.

Dalam beberapa hari ke depan Departemen Tenaga Kerja AS segera menyampaikan aturan Occupational Safety and Health Administration (OSHA). Harapannya akan tertuang perubahan atas mandat vaksinasi bagi pekerja AS. Itu akan membutuhkan bisnis swasta dengan 100 atau lebih karyawan untuk vaksinasi atau menguji mereka setiap minggu.

Hal serupa disuarakan Presiden AS Joe Biden. Dia mengamanatkan agar semua pekerja pemerintahan melakukan vaksinasi pada Senin, 22 November 2021. Untuk para semua kontraktor federal diberi tenggat waktu hingga Rabu, 8 Desember 2021.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel