Karyawan Mercedes Benz Hancurkan 50 Unit Mobil di Pabrik Lantaran Kesal Dipecat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang mantan pekerja Mercedes Benz berusia 38 tahun mengamuk, dan menghancurkan lebih dari 50 unit van. Kejadian tersebut, terjadi di pabrik perakitan yang berada di Vitoria, Spanyol.

Melansir Carscoops, sang mantan karyawan pabrikan asal Jerman ini melakukan aksinya menghancurkan puluhan mobil dengan mencuri alat berat yang biasa digunakan untuk perbaikan jalan. Ia berkendara sejauh 21 kilometer ke pabrik di ibu kota wilayah Basque.

Sesampainya di pabrik, sang mantan pekerja ini menerebos gerbang pabrik, merusak banyak Mercedes Benz V-Class. Tidak hanya itu, pria ini juga akhirnya masuk ke pabrik dan diduga berencana untuk merusak jalur perakitan.

Insiden tersebut, ditenggarai karena aksi protes oleh pekerja pabrik, yang mengatakan skema shift baru yang diterapkan Mercedes-Benz ini akan mengakibatkan PHK sebanyak 10 hingga 15 persen karyawan.

Sementara itu, menurut laporan Noticias de Gipuzkoa, bahwa para pekerja Mercedes Benz berkumpul pada 18 Desember untuk memprotes PHK tersebut, dengan alasan perusahaan bisa mencari alternatif sebelum memberhentikan karyawannya.

Terdampak Pandemi Corona Covid-19, Mercedes Benz Tutup Pabrik di Brazil

Pabrik Daimler yang berlokasi di Iracemapolis, Sao Paulo, Brazil, bertanggung jawab untuk memproduksi Mercedes Benz C-lass dan GLA. Namun pandemi Corona Covid-19 memaksa pabrikan asal Jerman ini untuk menutup fasilitas produksinya.

Dilansir Reuters, setidaknya 370 karyawan harus siap terkena dampaknya ketika pabrik yang memiliki kapasitas produksi 20.000 unit per tahun ini ditutup. Daimler sendiri sudah menyadari turunnya permintaan mobil mewah seperti Mercedes Benz di Brazil, sehingga membiarkan pabrik terus beroperasi bukanlah pilihan yang tepat.

Namun, seperti diberitakan Carscoops, Mercedes Benz akan tetap beroperasi dengan pabrik Sao Bernardo do Campo untuk tetap memproduksi mobil komersial.

Fasilitas ini bertanggung jawab untuk memproduksi truk Accelo, Atego, Atron, Axor, dan Actros. Lokasi ini juga dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan teknologi di Amerika Selatan.

Tahun 2020 memang tahun yang berat untuk semua pabrikan mobil. Pandemi Corona Covid-19 memaksa pabrikan mobil untuk menutup fasilitas produksi. Ini membuktikan besarnya dampak dari pandemi, baik dari segi kesehatan maupun dari keuangan.

Infografis Pilihan

iNFOGRAFIS Menanti Momentum Pasar Otomotif Memuncak Lagi (Liputan6.com/Abdillah)
iNFOGRAFIS Menanti Momentum Pasar Otomotif Memuncak Lagi (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Pilihan Berikut Ini: