Karyawan Pabrik Positif Corona Covid-19, Ini yang Dilakukan Toyota Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melaporkan salah seorang karyawannya dinyatakan positif Corona Covid-19. Hal itu diketahui setelah yang bersangkutan mengikuti serangkaian pengetesan.

"PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyampaikan bahwa seorang karyawan laki-laki berusia 20-an tahun yang bekerja sebagai operator di Pabrik Karawang TMMIN telah didiagnosa positif COVID19 pada tanggal 12 Mei 2020 setelah menjalani test PCR (Polymerase Chain Reaction) atau biasa disebut swab test untuk virus Corona," tulis TMMIN dalam situs resminya.

TMMIN dengan segera melakukan penanganan secara menyeluruh kepada karyawan tersebut yang saat ini menjalani prosedur isolasi di rumah sakit dan menerima penanganan medis.

"Sesuai prosedur dan sebagai pencegahan, kami telah melaksanakan protokol kesehatan seperti deep cleaning, trace & test, serta protokol kesehatan lainnya," jelas TMMIN.

Disebutkan, seluruh aktivitas manufaktur dan penjualan TMMIN tidak terdampak dengan dugaan dan diagnosa COVID-19 ini.

"Kami menjamin keamanan seluruh produk dan jasa layanan Toyota. Kami terus melaksanakan aktivitas pencegahan penyebaran dan infeksi COVID-19 di setiap tahap produksi dan penjualan mobil Toyota Indonesia bahkan hingga ke pelanggan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat," TMMIN memungkasi.

Tanggapan Toyota Indonesia Soal Yaris Cross

Resmi diperkenalkan untuk pasar otomotif Eropa pada 24 April lalu, Toyota Yaris Cross hadir dengan perubahan pada sisi bodi dan memiliki dimensi yang lebih besar.

Mungkinkah Toyota Astra Motor (TAM) akan menghadirkan Yaris Cross untuk pasar Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing TAM Anton Jimmi mengaku tren mobil SUV saat ini semakin meningkat secara global. Karena itu, pihaknya selalu berinovasi menghadirkan kendaraan sesuai kebutuhan konsumen.

"Kalau bicara SUV trennya 1-2 tahun belakangan ini makin meningkat. Enggak hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia. Demand-nya banyak sekali," kata Anton di Jakarta.

Meski demikian, Anton mengaku mobil yang diproduksi untuk sebuah negara belum tentu hadir di negara lainnya. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan konsumen di setiap wilayah pasti berbeda.

"Toyota itu kan mewakili banyak produk line up dan tidak semua line up di produksi. Misal Yaris Jepang di TMS, Indonesia akan diganti enggak, ternyata kan tidak. Mobil-mobil yang di-launching negara lain belum tentu hadir di sini," ujarnya.

Saat ini, pabrikan otomotif asal Jepang tersebut mengaku, Fortuner dan Rush menjadi mobil SUV yang banyak dipilih masyarakat Indonesia. Meski demikian, Anton menegaskan pihak tak menutup kemungkinan untuk menghadirkan mobil SUV lima penumpang.

"Karena kebutuhan di Indonesia juga bervariasi, dan saya rasa produk-produk SUV seperti Fortuner atau Rush itu tetap demand SUV yang tinggi. Trennya sekarang memang mengarah ke SUV 5-seater, cuma kita masih pelajari market ini," tuturnya.