Karyawan Pabrik Tahu Tewas di Mes Pabrik, Ada Bekas Penganiayaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian resor Garut menyelidiki penemuan sesosok mayat seorang pekerja pabrik tahu di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jenazah laki-laki itu diduga korban pembunuhan karena ditemukan bekas penganiayaan di sejumlah bagian tubuh.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan menerima laporan adanya penemuan jenazah di mes pabrik pembuatan tahu di Kecamatan Cibiuk pada Senin (12/9). Atas laporan tersebut, ia menerjunkan tim dari Satuan Reserse Kriminal untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap penyebab kematiannya.

"Hasil penyelidikan sementara, petugas di lapangan menemukan tanda-tanda seperti bekas penganiayaan, namun kami belum bisa memastikan (korban dibunuh) karena saat ini penyelidikan masih terus dilakukan," kata Wirdhanto, Selasa (13/9).

Sementara itu, pemilik pabrik tahu, Rohman kepada wartawan menuturkan bahwa ditemukan pekerjanya meninggal adalah saat hendak membangunkan sekitar pukul 02.30 dini hari. Saat itu ia melihat korban sudah dalam posisi tergeletak dengan wajah tertutup selimut.

"Saya melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa. Ketika saya memberanikan diri membuka selimut yang menutupi wajah beliau, saya melihat telinga kanan mengeluarkan darah," ungkap Rohman.

Setelah menyaksikan kejadian tersebut, dia segera melapor kepada RW setempat dan lanjut lapor kepada kepolisian.

Rohman mengungkapkan bahwa malam itu korban diketahui tidur bersama rekan kerja lainnya sesama buruh pabrik yang berinisial Y (33) warga Cililin Kabupaten Bandung. Ia menduga bahwa korban tewas dibunuh. Y pun hingga saat ini tidak ada di lokasi entah ke mana.

"Sehari-hari korban memang selalu tidur bersama Y yang baru bekerja dua bulan. Handphone dan uang sekitar Rp2 juta tiga ratus pun ikut raib, " ungkapnya.

Kepala Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Yadi Slamet menyebut bahwa penemuan mayat di mes pabrik itu sempat membuat geger warga setempat di Kampung Dangdeur, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk. Informasi adanya penemuan jenazah itu pun menyebar tidak lama setelah pertama kali ditemukan.

"Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, jenazah langsung dibawa oleh polisi ke RSUD dr Slamet Garut untuk dilakukan autopsi. Saat ini, kejadian penemuan jenazah itu sudah dalam penanganan pihak kepolisian," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, diungkapkan Yadi, R diduga korban pembunuhan seseorang. Dugaan tersebut muncul karena rekan kerja yang selalu tinggal di mes pabrik hingga saat ini hilang dan keberadaannya belum diketahui. [cob]