Karyawan Pelindo III kembali bekerja penuh usai Lebaran

Kelik Dewanto

Karyawan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan kembali bekerja penuh setelah Lebaran 2020 sebagai langkah penyesuaian diri dengan ekosistem bisnis logistik dan kemaritiman guna menggerakkan kembali ekonomi nasional dan mendukung langkah strategis pemerintah.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam keterangan persnya di Surabaya, Jatim, Rabu mengatakan upaya kembali bekerja penuh sesuai Surat Edaran Menteri BUMN Nomor 336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal Badan Usaha Milik Negara, dengan menerapkan skema kerja normal baru (new normal).

Baca juga: Pelindo III catat pertumbuhan arus kapal dan peti kemas hingga April

Pelindo III, kata Doso, akan mempersiapkan skema antisipasi skenario new normal mulai dari penerapan protokol kesehatan, penerapan work from home (WFH) hingga penerapan layanan digital untuk kegiatan operasionalnya.

"Setelah Idul Fitri nanti, kami akan menjalankan skenario new normal agar kegiatan logistik lebih bergairah dan pulih, sehingga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi nasional dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Begitu pula para karyawan dan operator di Pelindo III, kata Doso, akan diwajibkan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan saat akan bekerja, memastikan kondisi badannya sehat di klinik yang tersedia di terminal untuk selanjutnya mengikuti protokol kesehatan.

"Untuk menghadapi skenario new normal dan meningkatkan kompetensi SDM di Pelindo III Group, perusahaan juga menggelar webinar (seminar online) dan rekrutmen, asesmen, serta fit and proper test juga dilakukan dengan konferensi video tanpa bertemu tatap muka langsung," katanya.

Sebelumnya, selama masa pandemi COVID-19 Pelindo III setiap hari melakukan pendataan kondisi kesehatan karyawannya bagi yang bekerja dari rumah atau yang bekerja dari kantor melalui aplikasi absensi karyawan secara daring yang sudah digunakan selama ini.

"Pelindo III mematuhi dan mendukung arahan Kementerian BUMN terkait antisipasi skenario new normal di lingkungan BUMN. Sebagai langkah awal, kami membentuk task force menyusun skenario new normal serta mengawasi pelaksanaannya di lapangan. Nantinya, perusahaan akan melakukan evaluasi dan merekomendasikan langkah-langkah strategis kepada manajemen, agar upaya pemulihan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih baik dan optimal," katanya.

Baca juga: Terminal Gili Mas Lombok butuh pasokan listrik 5,5 MW
Baca juga: Pelindo III bantu 1.500 APD di tujuh RS Surabaya dan Bali