Karyawan Trend Micro Ketahuan Mencuri dan Jual Data Konsumen

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan software antivirus kenamaan di dunia, Trend Micro, baru saja mengungkap insiden keamanan yang melibatkan karyawan mereka.

Dikutip dari Cnet, Jumat (8/11/2019), karyawan tersebut kedapatan mengakses data pribadi pelanggan, dan bertujuan menggunakannya untuk aksi kriminal.

Usai mengungkap insiden keamanan tersebut, perusahaan pun langsung memberi tahu kepada pelanggan yang informasi diakses, dan melaporkan kejadian tersebut ke penegak hukum.

Trend Micro menyebut, aksi pelaku--yang kini sudah dipecat--terjadi pada awal Agustus 2019.

"Pelaku sudah melakukan perencanaan panjang agar dapat menembus sistem keamanan canggih kami," tulis Trend Micro dalam pernyataan.

"Setelah mengetahui insiden keamanan tersebut terjadi, kami pun langsung menonaktifkan akses akun dan memberhentikan karyawan yang bersangkutan," kata Trend Micro.

 

Aksi Karyawan Trend Micro Curi Data

Untuk melakukan aksinya, pelaku kejahatan mulai menipu pelanggan dengan menyamar sebagai staf dan karyawan Trend Micro.

Baru pada Oktober 2019, Trend Micro mengetahui serangan tersebut dikoordinasi oleh salah seorang karyawan mereka.

Dalam temuannya, karyawan tersebut mengumpulkan database milik customer support (CS).

Adapan data tersebut berisikan informasi, termasuk nama, nomor telepon, alamat email, dan diduga menjualnya ke pihak ketiga.

"Tidak ada informasi pembayaran kartu kredit atau keuangan yang diakses," kata Trend Micro.

(Ysl/Isk)