Karyawati Korban Pelecehan di Tempat Kerja Konsultasi ke Polres Jakarta Barat

Merdeka.com - Merdeka.com - Karyawati PT Kawan Lama Group berinisial RF yang diduga menjadi korban dugaan tindak pelecehan seksual berkonsultasi ke Polres Metro Jakarta Barat.

Konsultasi itu dilakukan guna memastikan langkah hukum yang akan diambil pihak keluarga untuk membuat laporan terkait dugaan tindak pelecehan seksual itu.

"Betul kami ini sifatnya konsultasi untuk membicarakan RTL, Rencana Tindak Lanjutnya ya itu apa," kata suami dari RF berinisial RP saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (15/8).

RP menuturkan beberapa hal yang dibahas, antara lain mengenai langkah hukum dan beberapa pasal yang akan dijerat kepada para terduga pelaku.

Nantinya, hasil dari konsultasi itu yang akan dijadikan gambaran keluarga korban untuk membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Suami korban menerangkan, dirinya juga menuntut para pelaku pelecehan seksual mendapat hukuman seberat-beratnya berupa pemecatan.

"Nah itu masih tahap audit perusahaan," ujar dia.

Sementara itu, Vice President Corp. Goverment Relations Kawan Lama Group, Dasep Suryanto menyampaikan, pihaknya tidak mentolerir tindakan pelecehan seksual.

"Kita punya peraturan perusahaan, kita punya standar perilaku bisnis di mana disitu sangat clear bahwa tidak ada dan tidak dibenarkan tindakan-tindakan pelecehan seksual," ujar dia.

Dasep menyebut, pihak perusahaan saat ini masih mengivestigasi terkait insiden yang dialami oleh RF. Penyelidikan sedang berjalan. Setidaknya ada tiga orang karyawan yang sedang dilakukan pemeriksaan.

"Bila didalam case ini ternyata ditemukan tindak pidana dan sebagainya, maka kami sangat mendukung pihak berwenang untuk memprosesnya lebih lanjut," ujar dia.

Sebelumnya, peristiwa dugaan pelecehan seksual itu terjadi pada Juli 2022. Kala itu, RF selaku karyawan PT Kawan Lama Grup diminta sebagai model untuk foto produk perusahaan.

Setelah selesai mengganti pakaian untuk sesi foto, salah satu bagian tubuh RF tampak terbuka karena baju yang kurang tertutup.

Bagian tubuh itulah yang difoto oleh salah satu orang yang diduga karyawan PT Kawan Lama. Foto tersebut pun tersebar di grup aplikasi pesan instan "WhatsApp" yang berisi pegawai perusahaan tersebut.

Dalam grup pesan singkat tersebut, beberapa orang di dalamnya memberikan pernyataan yang diduga melecehkan korban.

Percakapan grup tersebut pun sempat difoto oleh suami RF dan diunggah di akun Twitternya @jerengkah pada Minggu (14/8).

Terkait tindakan itu, RP menuntut kepada perusahaan agar memecat dua karyawan berinisial SB dan DC yang diduga melakukan pelecehan di dalam grup WhatsApp.

Selain itu, RP juga meminta manajemen perusahaan mengizinkan RF untuk keluar bekerja tanpa melewati masa satu bulan sebelum pemecatan atau "one month notice".

"Permohonan saya yang sudah diproses hari ini yakni meminta agar istri saya dirilis surat resignnya tanpa menunggu one month notice gitu," tutur RP.

Dia berharap perusahaan dapat memenuhi dua permohonan tersebut dan akan segara mengambil langkah hukum ke Polres Metro Jakarta Barat. [ded]