Kasad ajak semua komponen bangsa berbuat terbaik bagi bangsa Indonesia

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengajak semua komponen bangsa agar melakukan hal-hal terbaik bagi bangsa Indonesia.

"Saya mengajak semua komponen bangsa, baik pejabat, para tokoh, maupun mahasiswa sebagai penerus bangsa untuk berbuat terbaik demi bangsa Indonesia," kata Dudung saat menyampaikan paparan bertajuk Reaktualisasi Nilai Kebangsaan sebagai Upaya Mencegah Polarisasi dalam acara bincang-bincang kebangsaan di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Rabu.

Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan karena saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada perjuangan yang berat. Hal ini terutama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai ancaman polarisasi yang ada, baik bersifat internal maupun eksternal, seperti krisis ekonomi yang melanda dunia pascapandemi COVID-19.

Disampaikan pula bahwa dari segala perjuangan yang pernah ditempuh oleh bangsa Indonesia, seperti perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ada sejumlah hal yang membuat bangsa ini mampu melaluinya dan tetap bersatu, di antaranya semangat rela berkorban dan nasionalisme yang dimiliki oleh para pejuang.

"Pejuang kemerdekaan dan para pendahulu bangsa dengan segala keterbatasannya didorong oleh semangat rela berkorban dan nasionalisme yang tinggi sehingga mampu membawa bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan," kata Dudung, sebagaimana dikutip dalam siaran tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad).

Dengan kebersamaan tanpa memandang asal suku, agama, dan kelompok, kata dia, mereka bahu-membahu berjuang untuk meraih kemerdekaan.

Selain Dudung, acara bincang-bincang kebangsaan bertema Merajut Sinergitas Komponen Bangsa Guna Menangkal Ancaman Polarisasi Bangsa dihadiri pula oleh beberapa pembicara lainnya.

Mereka adalah Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, ulama Nahdlatul Ulama (NU) K.H. Ahmad Muwafiq atau akrab disapa Gus Muwafiq, dan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo.

Adapun peserta bincang-bincang tersebut terdiri atas beberapa elemen masyarakat dari unsur tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa.

Baca juga: Kasad cek kesiapan Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara Yonif 143/TWEJ
Baca juga: Kasad ajak mahasiswa Unesa jadi garda depan penjaga nilai Pancasila