Kasad Dudung Jenguk Istri Prajurit TNI Ditembak: Sangat Prihatin, Dipasang Ventilator

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjenguk Rina Wulandari (34). Rina merupakan istri anggota TNI yang ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya.

Belakangan, insiden penembakan itu didalangi oleh suaminya sendiri, Kopda Muslimin. Istri Kopda Muslimin itu ditembak dua kali di bagian perutnya.

Kini, Rina tengah menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Kota Semarang.

"Tadi saya lihat korban sedang tidur, jadi tidak bisa berkomunikasi karena dipasang ventilator," kata Kasad Dudung, Senin (25/7).

"Saya sangat prihatin, semoga Ibu Rina bisa segera pulih dan beraktivitas kembali," sambungnya.

Selain menjenguk istri Kopda Muslimin, Kasa Dudung juga menemui tiga anak korban. Dalam pertemuan itu, Kasad Dudung berjanji ikut memantau kondisi ibunda mereka.

"Tadi langsung ketemu anak-anaknya ada tiga. Yang paling kecil kurang lebih 4 bulan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Kasad Dudung juga mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang ikut mengawasi anak-anak Rina.

Sebelumnya, Kopda Muslimin menjadi dalang penembakan istrinya sendiri di depan rumahnya.

Saat eksekusi, istri Kopda Muslimin tengah bersama anaknya di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7).

Lima pelaku diamankan polisi. Yakni, Sugiyono alias Babi, Supriyono, Agus Santoso, Ponco, dan Dwi Sulistyono. Sugiyono alias Babi, menurut Luthfi merupakan eksekutor penembakan di lokasi kejadian. Sedangkan Dwi berperan sebagai penyedia senjata api.

"Jadi usai melakukan penembakan para pelaku langsung ketemu Kopda Muslimin. Disana mereka dapat upah Rp120 juta dan per orang mendapat bagian Rp24 juta. Ada yang langsung dibelikan motor dan emas. Semuanya barang bukti sudah kita sita," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Senin (25/7). [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel