Kasad Dudung Sidak Pasar Anyar Bogor, Cek HET Minyak Goreng

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko yang menjual minyak goreng di Pasar Anyar Bogor, Senin (30/5).

Dudung mengungkapkan, sidak ini dilakukan untuk memastikan minyak goreng dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 per kilogram

"Saya sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, termasuk pemda untuk ikut menjaga HET dan cari, temukan kalau misalnya ada agen-agen atau distributor nakal coba menaikkan harga dalam situasi seperti saat ini," kata Dudung.

Dudung mengungkapkan, harga minyak goreng di Pasar Anyar cenderung bervariasi antara Rp15.500 per kilogram hingga Rp17.000 per kilogram.

"Ya jadi masih bervariasi, ada yang masih mahal dan ada yang sesuai standar," katanya.

Sebelumnya, Polresta Bogor Kota, telah mengelompokkan penjual minyak goreng di berbagai pasar di Kota Bogor. Toko yang menjual minyak goreng sesuai HET, diberikan tanda berupa stiker berwarna hijau.

Kemudian, stiker kuning yang menjual 10 persen lebih tinggi dari HET atau Rp17.000 per kilogram dan toko berstiker merah yang menjual dengan harga di atas Rp17.000.

Dudung juga mengungkapkan, bahwa HET minyak goreng agar dijaga, agar tidak membebani masyarakat.

"Kalau yang stiker merah ini akan kita turunkan harganya. Dengan adanya stiker ini, minimal masyarakat tahu mana tempat yang mahal dan tidak," katanya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel