Kasad Jenderal Dudung: Kalau RDP, DPR Kadang Menanyanya Enggak Jelas

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman menjawab isu yang kemarin ramai dibahas di Komisi I DPR terkait hubungan tidak akur dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I kemarin, Dudung tidak hadir mendampingi Andika.

Dudung mengatakan dalam RDP biasanya topik sudah ditentukan sebelum misal yang dibahas permasalahan anggaran. Namun, terkadang justru tidak fokus dengan pembahasan itu.

"Makanya saya kadang-kadang kalau kita rapat RDP itu, biasanya topik sudah ditentukan sebelumnya yang akan dibahas permasalahan anggaran. Terkadang tidak fokus kepada bahasan itu, menanyanya kadang yang enggak jelas saja begitu loh," kata Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (7/9).

Dudung pun menegaskan hubungan dengan Andika sampai sekarang baik-baik saja dan tidak ada perbedaan. Dudung juga menegaskan ketidakhadirannya ke DPR kemarin untuk menjalankan perintah Andika.

"Apapun perintah Panglima TNI saya jalankan. Kayak kemarin, saya tidak hadir melaksanakan RDP itu salah satu menjalankan perintah Panglima TNI dalam rangka mengecek kesiapan Batalyon 143 yang akan berangkat ke daerah operasi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman menegaskan hubungan dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa baik-baik saja tidak seperti yang diisukan. Dudung mengakui masih berkomunikasi dengan Andika membahas sejumlah hal.

"Beliau sedang ada kesibukan, tetapi saya sudah SMS-an enggak ada masalah, enggak ada yang dipermasalahkan kok, TNI solid," kata Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (7/9).

Dudung kembali menegaskan kalau ada perbedaan itu merupakan hal yang biasa dalam satu organisasi. Termasuk dengan wakil atau staf di angkatan darat.

"Mungkin saya dengan Wakasad ada perbedaan, saya dengan staf saya ada perbedaan, Kasdam dengan Pangdam ada perbedaan, pejabat lama dengan pejabat baru ada perbedaan kebijakan, itu biasa.Jangan dibesar-besarkan yaa," katanya.

"Dulu mungkin zaman Pak Hadi dengan Pak Andika ada perbedaan ya enggak apa-apa itu dinamika, tetapi jangan dibesar-besarkan. TNI itu tetap solid, tidak ada masalah kita," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon mengungkap ada sejumlah bukti disharmoni antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman. Effendi mengatakan, disharmoni antara Andika dan Dudung ini merisaukan dan sudah lama berbeda pandangan.

"Catatan yang kita peroleh verifikasi dan konfirmasi ke sumbernya memang cukup banyak merisaukan disharmoni Panglima dan Kasad khususnya ya ini kan enggak bisa dibiarkan," ujar Effendi kepada wartawan, dikutip Selasa (6/9).

Effendi belum mau mengungkap apa penyebab disharmoni tersebut. Dia akan disampaikan dalam rapat kerja Komisi I yang tengah dijadwalkan dan akan dihadiri lengkap, Andika dan Dudung.

"Mungkin kalau nanti lebih detail pertemuan kita jadwalkan. Saya enggak mau juga berandai-andai," ujar politikus PDIP ini. [eko]