Kasad: Kebinekaan jadi pondasi menjaga keutuhan NKRI

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memandang penting kebinekaan atau keberagaman sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Bangsa ini berdiri dari berbagai macam kelompok, bukan kelompok tertentu, bukan kepentingan-kepentingan tertentu," kata Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Palangka Raya, Sabtu (16/7) malam.

Untuk mempertahankan NKRI, lanjut Kasad, semua pihak harus bersama-sama saling mendukung. Hal ini tidak bisa hanya oleh suatu kelompok yang memiliki keinginan tersendiri.

"Sering saya katakan menjaga keutuhan, fondasinya kebinekaan, tiangnya persatuan dan kesatuan, serta akarnya NKRI," kata Dudung di sela kegiatan ramah tamah bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Dengan demikian, kata Dudung, akan mampu menjaga Indonesia dari berbagai kemungkinan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar.

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan semua pihak untuk bersatu padu serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Terkait dengan harapan Gubernur Kalteng agar dapat memprioritaskan putra daerah untuk bersaing menjadi taruna Akmil dan mengabdi sebagai TNI, Kasad merespons positif hal tersebut.

"Apa yang disampaikan Gubernur tentang putra daerah, juga menjadi atensi kami," tegasnya.

Menyinggung soal kewenangan werving, Kasad mengatakan bahwa pihaknya sudah menyerahkan program pelaksanaan, pengarahan, dan penerimaan personel TNI kepada korem maupun pangdam agar memprioritaskan putra daerah.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran berharap agar pertemuan bersama Kasad Dudung dapat membantu menyampaikan kepada Panglima TNI agar memberikan ruang serta memprioritaskan putra daerah asal Kalteng untuk bersaing dan berkarier di lingkungan TNI.

"Saya ingin ke depan ada orang Dayak yang menjadi Panglima TNI," ucap Sugianto.

Dalam hal ini pemprov selalu optimal mendukung dan melaksanakan pengembangan serta peningkatan kompetensi maupun daya saing SDM di Kalteng, baik melalui pemenuhan kebutuhan di bidang pendidikan maupun lainnya.

Turut hadir dalam ramah tamah tersebut, antara lain, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta para rektor atau perwakilan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.


Baca juga: Pengamat minta Panglima TNI buat kebijakan konkret anti-diskriminasi
Baca juga: Setara: Keputusan Panglima TNI kikis diskriminasi penerimaan prajurit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel