Kasad Sidak ke Pasar Anyar Bogor, Waketum MUI: TNI Gariskan Delapan Kewajiban

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman beberapa waktu lalu menggelar sidak di Pasar Anyar Bogor. Wakil Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyambut positif dan bersyukur kedekatan TNI dengan rakyat kecil.

"Sehingga kehadiran TNI benar-benar bisa terlihat dan dirasakan oleh semua warga negara dari negara Indonesia yang sama-sama kita cintai ini," kata Anwar Abbas, Jakarta, Kamis (2/6). Dikutip dari Antara.

Selain ke Pasar Anyar Bogor, Dudung juga menggelar sidak ke Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Tujuannya untuk memastikan minyak goreng curah dijual sesuai kebijakan harga eceran tertinggi (HET).

"Oleh karena itu, apa yang dilakukan Kasad sudah bagus," tambahnya.

Menurutnya, Dudung sebaiknya tidak hanya melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan harga komoditas minyak goreng sesuai HET, tetapi juga berbuat hal lebih baik dan lebih berarti bagi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat banyak melalui jabatan saat ini.

Anwar juga mengatakan Dudung dan TNI tidak boleh berdiam diri dan membiarkan rakyatnya hidup susah dan menderita. Jika rakyat mengalami kesusahan apalagi menderita, maka TNI harus hadir membantu rakyat.

"Apalagi TNI sudah menggariskan delapan kewajiban yang mereka tetapkan sendiri," katanya.

Delapan kewajiban TNI tersebut adalah bersikap ramah tamah terhadap rakyat, bersikap sopan santun terhadap rakyat, menjunjung tinggi kehormatan wanita, menjaga kehormatan diri di muka umum, senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaan, tidak sekali-kali merugikan rakyat, tidak sekali menakuti dan menyakiti hati rakyat, dan menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Sebelumnya, Dudung menggelar sidak ke sejumlah toko yang menjual minyak goreng di Pasar Anyar Bogor, Senin (30/5).

Dudung mengungkapkan, sidak ini dilakukan untuk memastikan minyak goreng dijual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 per kilogram.

"Saya sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, termasuk pemda untuk ikut menjaga HET dan cari, temukan kalau misalnya ada agen-agen atau distributor nakal coba menaikkan harga dalam situasi seperti saat ini," kata Dudung. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel