Kasatgas: Mudah-mudahan 2022 Ini Kita Bisa Lepas dari Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Suharyanto mengatakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus menurun. Kondisi ini sejalan dengan terus meningkatnya cakupan vaksinasi Covid-19.

Hingga hari ini, cakupan vaksinasi dosis pertama hampir mencapai 100 persen. Merujuk data Kementerian Kesehatan, vaksinasi dosis satu sudah mencapai 95,51 persen, vaksinasi dosis dua 78,73 persen, dan booster 16,81 persen.

"Bahkan (vaksinasi) dosis ketiganya pun beberapa daerah sudah di atas 30 persen. Artinya, mudah-mudahan di tahun 2022 ini kita bisa lepas dari pandemi Covid-19," katanya dalam konferensi pers Menuju Puncak Peringatan HKB Tahun 2022, Senin (25/4).

Di tengah melandainya kasus Covid-19, Suharyanto menyebut pemerintah merelaksasi aktivitas masyarakat. Di antaranya mengizinkan masyarakat mudik Lebaran Idulfitri 2022 dan memperbolehkan pagelaran acara yang melibatkan banyak orang.

Kebijakan ini merupakan bentuk pengujian untuk melihat tingkat risiko lonjakan kasus Covid-19 setelah kegiatan besar.

"Ini sebagai ujian, mudah-mudahan pascamudik Lebaran nanti, pascakegiatan kita mengumpulkan lebih banyak orang dibanding 2020, 2021, ini tidak terjadi lonjakan kasus," ucapnya.

Kemenkes Klaim Semua Indikator Penanganan Covid-19 Terus Membaik

Kementerian Kesehatan mengklaim semua indikator penanganan pandemi Covid-19 terus membaik. Mulai dari kasus konfirmasi positif, kematian, perawatan di rumah sakit, hingga laju penularan Covid-19.

"Kita melihat indikator penanganan pandemi terus membaik dan cenderung terjadi penurunan," kata Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (20/4).

Nadia mencatat, data 19 April 2022, kasus konfirmasi harian Covid-19 turun menjadi 837 dengan kematian 34. Sementara bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan turun menjadi 3,12 persen.

"Positivity rate sudah kurang dari 1 persen. Kemarin 0,78 persen di bawah ketentuan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," imbuhnya.

Angka reproduksi efektif atau Rt Covid-19 juga menurun. Menurut Nadia, Kementerian Kesehatan mencatat semua pulau di Indonesia memiliki Rt di angka 1. Namun, idealnya Rt Covid-19 kurang dari 1.

"Angka rata-rata reproduksi di semua pulau di Indonesia ini berada pada angka 1. Tapi ini bukan angka yang kita harapkan. Angka reproduksi harus turun kurang dari 1 supaya kita bisa terus menekan laju penularan," jelasnya.

Masih catatan Kementerian Kesehatan, kata Nadia, semua provinsi di Indonesia berada pada level transmisi 1. Artinya, kasus konfirmasi Covid-19 berada di bawah 20 per 100.000 penduduk per minggu. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel