Kasatgas PMK minta percepat Sumbawa menuju zero case

Kepala Satuan Tugas Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) Letjen TNI Suharyanto meminta percepatan Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menuju zero reported case, atau nihil laporan kasus.

Suharyanto dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan penanganan PMK pada hewan ternak menjadi salah satu tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tergabung dalam Satgas PMK.

"Sumbawa sejak saya datang sebulan lalu, sudah cukup baik, kesembuhan cepat tetapi penularan masih terus terjadi, tolong biosecurity betul-betul dijaga," kata Suharyanto.

Baca juga: Kasatgas PMK tegaskan wajib vaksinasi bagi ternak

Baca juga: Satgas sebut 11 provinsi bebas kasus aktif PMK

Dia mengatakan, penyakit PMK sangat merugikan masyarakat terutama peternak yang akan berdampak menurunkan permintaan akan hewan ternak.

"Akibat adanya PMK ternak dari Sumbawa tidak bisa keluar, baru tadi saya izinkan kepada Sekretaris Daerah boleh dibawa keluar apabila hanya untuk dipotong di rumah pemotongan hewan," jelas Suharyanto.

Dia menjelaskan penyebaran PMK sangat merugikan masyarakat khususnya para peternak sapi perah. Seandainya sudah sembuh produksi susunya berkurang 30 persen.

Suharyanto berharap NTB dapat menjadi provinsi ke tiga belas yang mencapai zero reported case.

"Sekarang sudah ada dua belas provinsi yang zero reported case, NTB didahului dari Sumbawa semoga menjadi provinsi ke tiga belas, PMK ini diharapkan bisa segera diatasi," kata dia.

Baca juga: Pemprov Lampung sebut 12 kabupaten dan kota telah bebas PMK

Baca juga: Dosen UMM buat jamu herbal cair efektif atasi PMK pada ternak

Baca juga: Distan: Warga Mukomuko gunakan obat herbal untuk ternak terserang PMK