Kasatpol PP Diduga Terlibat Pembunuhan, Walkot Makassar: Jangan Sampai Terjadi Lagi!

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Satpol PP Makassar, Iqbal Asnan ditangkap polisi. Dia diduga terlibat dalam penembakan Petugas Dishub Makassar Najamuddin Sewang hingga meninggal dunia.

Terkait kasus tersebut, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku, sudah mendapatkan laporan terkait penangkapan anak buahnya tersebut oleh kepolisian. Meski demikian, Danny mengaku masih menunggu keterangan resmi dari polisi terkait penangkapan.

"Menyangkut penangkapan ini, kita menunggu penetapan kepolisian. Kami mendukung proses yang sedang berlangsung di kepolisian untuk mengungkap pembunuhan petugas dishub," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (16/4).

Danny menambahkan, kasus pembunuhan Najamuddin diduga persoalan pribadi. Ia mengingatkan, kepada aparatur sipil negera (ASN) lingkup Pemkot Makassar untuk menghindari kasus serupa.

"Jangan sampai terjadi lagi seperti ini," tegasnya.

Kasatpol PP Ditangkap

Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Budhi Haryanto membenarkan terkait diamankannya Kasatpol PP Makassar. Hanya saja, Budhi enggan menjelaskan kasus apa yang menjerat Iqbal Asnan.

"Iya. Nanti kita rilis," ujarnya singkat, Sabtu (16/4).

Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Komisaris Jufri Natsir menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Iqbal Asnan. Meski demikian, Jufri belum bisa menjelaskan isi pemeriksaan terhadap Iqbal.

"Sementara masih penyelidikan, masih interogasi. Iya masih (pemeriksaan)," sebutnya.

Jufri mengaku nanti kasus tersebut akan dirilis langsung Kapolrestabes Makassar dan Kasatreskrim.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Komisaris Besar Komang Suartana membenarkan telah menerima hasil pemeriksaan uji labfor peluru yang bersarang ditubuh Najamuddin. Hanya saja, kata Komang, pihaknya belum bisa memastikan jenis senpi apa yang digunakan pelaku menembak Najamuddin.

"Hasil uji Labfornya sudah keluar. Itu proyektil dari pabrikan senjata dan untuk jenisnya (senpi) masih dikembangkan," ujarnya, Jumat (8/4).

Selain itu, Komang mengaku Reserse Kriminal Polrestabes Makassar sudah memeriksa delapan orang saksi. Dari delapan orang tersebut, terdiri dari kerabat dan teman korban.

"Delapan orang diperiksa sebagai saksi. Saksi membantu di TKP, pihak keluarga, rumah sakit maupun teman dari korban," sebut Komang.

Kronologi

Sebelumnya, polisi memastikan meninggalnya pegawai Dinas Perhubungan Makassar, Najamuddin Sewang (40) akibat terkena peluru. Hal tersebut setelah dilakukan autopsi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Jafri Natsir mengatakan, proses autopsi jenazah Najamuddin selesai pukul 04.00 Wita. Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan luka tembak ditubuh Najamuddin

"Setelah dilakukan autopsi, memang yang bersangkutan ada luka tembakan dalam tubuhnya," ujarnya, Senin (4/4).

Jufri mengaku Tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga telah turun untuk memeriksa proyektil yang bersarang ditubuh korban. Ia belum bisa menyimpulkan jenis senjata api yang dipakai pelaku menembak korban.

"Terkait itu (proyektil) nanti pihak forensik yang akan menyimpulkan. Namun, kami telah melakukan penyelidikan terkait penembakan," kata dia.

Ia menegaskan saat ini pihaknya fokus penyelidikan mengungkap pelaku penembakan. Sementara jenazah Najamuddin telah dibawa keluarga untuk di makamkan di Kabupaten Takalar.

"Setelah selesai autopsi, pihak keluarga langsung membawanya pulang untuk dimakamkan di Takalar," ucapnya.

Dikira Sakit Jantung

Awalnya, Najamuddin Sewang (40) diduga tewas akibat terkena peluru nyasar saat melintas di depan Masjid Cheng Hoo, Jalan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar pada Minggu (3/4). Meninggalnya Najamuddin terekam CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).

Keluarga korban, Juni Sewang mengaku awalnya keluarga mengira Najamuddin meninggal dunia akibat penyakit jantung. Sebab, Najamuddin terlihat tiba-tiba terjatuh saat mengendarai motor.

"Dia habis bertugas atur lalu lintas dan pulang lewat depan Masjid Cheng Hoo. Kami kira awalnya almarhum meninggal karena jantung dan langsung dibawa ke RS Siloam," ujarnya.

Juni mengaku keluarga baru mengetahui adanya luka diduga akibat senjata api (senpi) saat akan memandikan korban. Juni menyebut terlihat darah mengalir dan adanya lubang diduga akibat proyektil.

"Di bagian bahu kanan bagian belakang ada lubang dan mengeluarkan darah. Kami cek juga baju dan jaketnya ternyata memang ada lubang (peluru)," ungkapnya.

Dari temuan luka tersebut, imbuh Juni, pihak keluarga menduga Najamuddin meninggal dunia bukan karena serangan jantung. Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Makassar.

"Keluarga sudah melapor ke Polrestabes. Polisi juga masih melakukan autopsi," ucapnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel