Kasatpol PP Makassar Otak Pelaku Pembunuhan Petugas Dishub, Motifnya Cinta Segitiga

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi akhirnya mengungkap kasus penembakan yang menyebabkan meninggalnya petugas Dinas Perhubungan Makassar, Najamuddin Sewang. Sebelumnya, empat orang telah ditangkap.

Dari empat pelaku tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Makassar, Muh Iqbal Asnan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Budhi Haryanto mengaku pihaknya telah menetapkan 4 orang tersangka kasus penembakan terhadap Najamuddin Sewang. Empat orang tersebut yakni inisial S, MIA (Muh Iqbal Asnan), AKM, dan A.

"Adapun saksi yang sudah kita periksa sebanyak 20 orang dan 4 orang kita tetapkan sebagai tersangka. Untuk tersangka kami beri inisial yang pertama adalah S, MIA, AKM, dan A," ujarnya saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (16/4).

Budhi mengungkapkan, peranan empat tersangka tersebut adalah eksekutor, menggambar korban, dan otak pelaku penambakan. Budhi mengungkapkan, MIA merupakan otak penembakan yang tak lain adalah Kasatpol PP Makassar.

"Sudah tersangka, dia otak pelaku penembakan. Sementara otak pelaku adalah pejabat daripada kota Makassar," ungkapnya.

Budhi menyebutkan, motif penembakan adalah cinta segitiga. Ia menegaskan, kasus penembakan tidak terkait dengan teror keamanan Kota Makassar.

"Untuk motif daripada pelaku ini adalah cinta segitiga, motif pribadi. Saya tegaskan tidak ada teror di Makassar, tetapi ini adalah motif masalah pribadi sehingga terjadi penembakan yang terjadi pada Hari Minggu 3 April 2022," sebutnya.

Budhi menambahkan, pelaku menembak korban dengan menggunakan senpi jenis revolver. Budhi mengaku masih mendalami asal senpi tersebut.

"Jenisnya revolver. Untuk kepemilikannya masih kita didalami," ucapnya.

Kronologi

Sebelumnya, polisi memastikan meninggalnya pegawai Dinas Perhubungan Makassar, Najamuddin Sewang (40) akibat terkena peluru. Hal tersebut setelah dilakukan autopsi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Jafri Natsir mengatakan, proses autopsi jenazah Najamuddin selesai pukul 04.00 Wita. Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan luka tembak ditubuh Najamuddin

"Setelah dilakukan autopsi, memang yang bersangkutan ada luka tembakan dalam tubuhnya," ujarnya, Senin (4/4).

Jufri mengaku Tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga telah turun untuk memeriksa proyektil yang bersarang ditubuh korban. Ia belum bisa menyimpulkan jenis senjata api yang dipakai pelaku menembak korban.

"Terkait itu (proyektil) nanti pihak forensik yang akan menyimpulkan. Namun, kami telah melakukan penyelidikan terkait penembakan," kata dia.

Ia menegaskan saat ini pihaknya fokus penyelidikan mengungkap pelaku penembakan. Sementara jenazah Najamuddin telah dibawa keluarga untuk di makamkan di Kabupaten Takalar.

"Setelah selesai autopsi, pihak keluarga langsung membawanya pulang untuk dimakamkan di Takalar," ucapnya.

Dikira Sakit Jantung

Awalnya, Najamuddin Sewang (40) diduga tewas akibat terkena peluru nyasar saat melintas di depan Masjid Cheng Hoo, Jalan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar pada Minggu (3/4). Meninggalnya Najamuddin terekam CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).

Keluarga korban, Juni Sewang mengaku awalnya keluarga mengira Najamuddin meninggal dunia akibat penyakit jantung. Sebab, Najamuddin terlihat tiba-tiba terjatuh saat mengendarai motor.

"Dia habis bertugas atur lalu lintas dan pulang lewat depan Masjid Cheng Hoo. Kami kira awalnya almarhum meninggal karena jantung dan langsung dibawa ke RS Siloam," ujarnya.

Juni mengaku keluarga baru mengetahui adanya luka diduga akibat senjata api (senpi) saat akan memandikan korban. Juni menyebut terlihat darah mengalir dan adanya lubang diduga akibat proyektil.

"Di bagian bahu kanan bagian belakang ada lubang dan mengeluarkan darah. Kami cek juga baju dan jaketnya ternyata memang ada lubang (peluru)," ungkapnya.

Dari temuan luka tersebut, imbuh Juni, pihak keluarga menduga Najamuddin meninggal dunia bukan karena serangan jantung. Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Makassar.

"Keluarga sudah melapor ke Polrestabes. Polisi juga masih melakukan autopsi," ucapnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel