Kasih Peci tapi Kebesaran, Wagub Gus Yasin: Ampun Didol Lho Mbah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Semarang - Di tengah kesibukan warga Dusun Candikidul, Desa Candirejo, Mbah Rofik, mendapatkan kejutan berupa peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.

Bukan laptop atau sepeda, namun kakek yang kebetulan duduk agak menjauh dari kerumunan mendapat masker dan peci. Sedikit bercanda, Gus Yasin berpesan agar peci pemberiannya dipakai saat ibadah dan jangan dijual.

Rofik, pria lanjut usia itu awalnya hanya duduk sembari menunggu bantuan sembako dari NBRS Corp dan Blue Helmet Jateng, di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Sabtu (18/09/2021).

Wagub Taj Yasin yang melihat Rofik duduk seorang diri langsung mendatangi dan mengajak ngobrol. Saat melihat Rofik tidak mengenakan masker, Wagub Taj Yasin meminta seseorang memberikan masker kepadanya.

"Maskere pundi mbah? Ada masker nggak? Tulung Mbahe dikasih (Maskernya mana mbah? Ada masker nggak, tolong mbahe dikasih)," kata Wagub Jateng Taj Yasin.

Setelah diberi masker, Rofik kemudian mengenakan maskernya. Usai mengenakan masker, Rofik digoda, Gus Yasin. Pasalnya, saat memakai masker sang kakek mengenakan dengan kondisi terbalik.

"Lha niku kuwalik mbah, pun dibenerke. Lha nek ngeten kan ketok luwih nom (lha itu terbalik mbah, dibetulkan dulu. Lha kalau begini kan terlihat lebih muda," canda Wagub Jateng.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Senangnya Mbah Rofik

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin berdialog dengan Rofik, kakek warga Kabupaten Semarang yang sedang mengantre sembako. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin berdialog dengan Rofik, kakek warga Kabupaten Semarang yang sedang mengantre sembako. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemprov Jateng)

"Nembe nopo teng mriki pak? (Lagi apa di sini pak?)," Tanya Taj Yasin, melanjutkan.

Rofik dengan nada santai menjawab kalau sedang menunggu sembako. Dia mengaku dapat kabar kalau diminta datang untuk menerima bantuan sembako.

"Lha niki kulo diaturi mriki, angsal sembako (lha ini saya dikabari buat ke sini, dapat sembako)," tuturnya.

Taj Yasin kemudian bertanya setelah dapat sembako, Rofik mau kemana?"Njih mangkih kondur (ya nanti pulang)," jawab Rofik.

"Lha mangkih mboten sholat, mbah? (Lha nanti tidak salat, Mbah?), Tanya Wagub, disusul jawaban Rofik akan salat nanti setelah sampai rumah.

"Njih pun, niki kulo aturi (peci) kagem sholat. Ampun didol lho mbah (Ya sudah ini saya beri (peci) untuk salat. Jangan dijual mbah lho mbah)," seloroh Taj Yasin, diikuti tawa semua orang yang menyaksikan.

Setelah mendapat peci, Rofik mengaku senang karena mendapatkannya dari seorang Wakil Gubernur. Menurutnya hal ini merupakan sebuah kehormatan bagi dia.

"Ya saya senang. Tadinya mau nunggu di sini, antri sembako. Malah diberi peci buat salat, seneng sekali," kata Rofik.

Rofik mengatakan dirinya tidak akan menjual peci tersebut sesuai permintaan Wagub Taj Yasin. Kata dia, meski agak kebesaran, namun, peci ini akan dia pakai terus saat beribadah.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel