Kasih Sayang Umar bin Abdul Aziz Terhadap Hewan

Eko Priliawito

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Khalifah Umar bin Abdul Aziz memimpin Dinasti Umayah dari tahun 717 M-720 M. Meski hanya memimpin dengan singkat, namun Umar bin Abdul Aziz berhasil membuat masyarakat yang hidup di bawah naungan Dinasti Umayyah sejahtera.
 
Tidak hanya memberi perhatian kepada rakyatnya dengan memberikan kesejahteraan, Umar bin Abdul Aziz juga memberi perhatian kepada hewan. Dia menunjukkan kasih sayangnya untuk makhluk yang sesama ciptaan Allah tersebut.

Dalam suatu suratnya, Umar menulis surat kepada pemilik kereta unta.

"Janganlah menaikkan seseorang dengan beban yang berat, jangan memaksa unta dengan cemeti yang berujung besi."

Umar juga menulis surat untuk Hayyan di Mesir, "Telah sampai kepadaku bahwa di Mesir ada unta pengangkut barang yang dimuati seribu rithl (kurang lebih 400 kg). Jika datang suratku ini, aku ingin satu unta tidak dimuati beban lebih dari enam ratus rithl."

Kisah lainnya, saat kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, ada pejabat bidang perpajakan Mesir yang kejam. Pejabat itu bernama Usamah bin Zaid at Tanukhi.

Adapun kejahatannya yaitu, dia zalim dan sekehendak hatinya menghukum rakyat tanpa memakai hukum yang diturunkan Allah. Dia seenaknya memotong tangan rakyat, padahal bertentangan dengan maksud perintah Allah.

Dia juga merobek perut binatang, lalu memasukkan potongan tangan itu dan dilemparkan pada buaya. Atas kekejamannya itu, Umar bin Abdul Aziz memerintahkan pencopotan Usamah.

Umar juga memerintahkan tentara untuk memenjarakan Usamah dan dirantai. Ketika datang waktu sholat, rantai itu dilepas, lalu setelah sholat usai, dirantai kembali.