Kaspersky sebut Terjadi Penurunan Ancaman Malware di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Kaspersky melaporkan telah mendeteksi dan memblokir sebanyak 375.547 deteksi ancaman malware dari perangkat seluler di Indonesia tahun lalu, dengan deteksi terbanyak terjadi pada kuartal dua (April-Juni) dengan 123.602 deteksi ancaman. Jika dibandingkan dengan 2019, terjadi adanya penurunan. Penurunan itu sebesar 32,51 persen pada 2021.

Selain itu, jika dibandingkan dengan tahun 2020, statistik juga menunjukkan sedikit penurunan sebesar 0,90 persen dengan 378.967 seluler ancaman malware terdeteksi pada periode tersebut.

Berdasarkan statistik di atas, meski menurun, masih menempatkan Indonesia sebagai negara ke-4 dengan deteksi malware seluler terbanyak pada tahun 2021 secara global. Kemudian menyusul Rusia, Ukraina, dan Turki.

"Masa depan di Asia Tenggara sudah pasti di mobile. Di permukaan, para pelaku kejahatan siber bisa menjadi terlihat semakin kurang aktif karena menurunnya serangan malware seluler. Namun ini adalah tren global dan bukan berarti kita menjadi lebih aman," ujar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara Kaspersky dalam keterangannya, Jumat (17/6).

Terlebih, kata Yeo, di wilayah Asia Tenggara masih terdapat jarak antara kesadaran akan ancaman dan aksi untuk mencegah serangan. Maka itu, pihaknya mendorong khususnya pada penyedia pembayaran digital dan pembuat kebijakan untuk terus mengingatkan pengguna supaya melindungi perangkat mobile miliknya.

Yeo mengatakan, terdapat lima malware seluler teratas yang dideteksi pada 2021 di Indonesia. Lima ancaman itu ialah Trojan, Trojan-Downloader, Trojan-Dropper, Trojan-Proxy, dan Trojan-SMS. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel