Kasus aktif COVID-19 di Pamekasan naik

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin menjelaskan, kasus aktif COVID-19 kini kembali naik setelah sempat melandai dalam beberapa bulan terakhir, dan saat ini jumlah kasus aktif mencapai 12 orang.

"Sebelumnya, kasus aktif COVID-19 di Pamekasan sempat nihil, akan tetapi akhir-akhir ini kembali naik, seiring dengan naiknya kasus aktif di sejumlah daerah," katanya di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu.

Ia menjelaskan, ke 12 orang yang terkonfirmasi COVID-19 itu dirawat di dua rumah sakit di Pamekasan, yakni di RS Moh Noer dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru.

Di RS Moh Noer sebanyak dua orang, dan di RSUD Waru sebanyak 1 orang, sedang 9 orang lainnya di sejumlah rumah sakit di luar Pamekasan.

"Tapi, mereka itu, terdata sebagai warga Pamekasan," katanya, menjelaskan.

Baca juga: Pamekasan gencarkan kembali operasi penegakan disiplin prokes

Baca juga: Dinkes sebut kasus aktif COVID-19 di Madura-Jatim bertambah

Untuk mengantisipasi lonjakan semakin tinggi, Kepala Dinkes Saifudin mengaku menjelaskan, telah menyampaikan instruksi kepada semua petugas fasilitas kesehatan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan agar meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan.

Ia juga meminta masyarakat melindungi diri dengan alat kesehatan yang ada, agar tidak tertular COVID-19.

"Selalu memakai masker apabila hendak bepergian, dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun," katanya.

Jumlah total warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga 9 November 2022 ini sebanyak 3.268 orang.

Perinciannya, sebanyak 3.027 orang telah dinyatakan sembuh, 229 meninggal dunia, dengan jumlah kasus aktif sebanyak 12 orang.

Sementara itu, dari total 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, jumlah warga paling banyak terkonfirmasi positif COVID-19 di Kecamatan Pamekasan, yakni 980 orang, dan yang paling sedikit di Kecamatan Kadur, yakni 72 orang.

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Pulau Madura bertambah dua orang

Baca juga: Gubernur Jatim: Perkuat prokes dan percepat vaksinasi "booster"
Baca juga: Gubernur Jatim: Tenaga kesehatan prioritas vaksin booster kedua