Kasus 'Anak Kombes' Aniaya Calon Taruna di PTIK, Sudah 13 Saksi Diperiksa

Merdeka.com - Merdeka.com - Satreskrim Polres Metro Jaksel terus mengusut dugaan pemukulan yang terjadi di kawasan PTIK. Totalnya, sudah 13 orang saksi yang diperiksa.

Dalam kasus ini, terlapor ERB mengaku-ngaku sebagai anak Kombes Polri saat menganiaya seorang remaja berinisial MFB (16).

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi menyampaikan, pihaknya mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kasus pemukulan tersebut.

Nurma menyebut, pelapor dan terlapor telah memberikan keterangan ke penyidik. Pun demikian dengan orangtua pelapor, kakak pelapor, pelatih, asisten pelatih, dan beberapa teman-teman korban.

"Jadi kami sudah memeriksa 13 orang saksi. Kami masih dalami semua," kata Nurma saat dihubungi, Senin (28/11).

Nurma menegaskan, belum meningkatkan status terlapor menjadi tersangka. Menurutnya, proses pemeriksaan saksi masih berjalan guna membuat terang perkara.

"Iya masih saksi kan masih pemeriksaan terus. Kita masih mau periksa lagi saksi-saksi yang melihat atau mendengar kejadian itu, jadi jelas duduk perkaranya," ujar dia.

Nurma menepis anggapan pelbagai perihal sosok terlapor yang merupakan anak Kombes menjadi penyebab proses hukum terkesan lamban.

Nurma berdalih, proses penyelidikan seluruhnya menjadi kewenangan dari penyidik. Nurma justru menyinggung para saksi yang diundang untuk dimintai keterangan. Menurut dia, tak semua hadir sesuai jadwal.

"Domain semua ada di penyidik. Kita sudah periksa 13 orang, periksa 13 orang itu kan bukan sedikit. Terus mereka (saksi) punya pekerjaan lain, kemarin, kita undang saksi terus berhalangan jadi besoknya (diperiksa). Jadi gitu," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [rhm]