Kasus Brigadir J, Komnas HAM Baru Terima 80% Video dari Labfor Polri

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengaku sudah melihat 20 video yang menunjukkan 27 titik, rangkaian peristiwa sebelum insiden tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Namun hal itu baru mencakup 80% dari total yang akan diberikan dari Puslabfor Polri.

"Kami dikasih video yang banyak, memang secara teknologi Puslabfor butuh waktu (untuk mendalami rangkaian di dalam video). Jadi kami sepakati mekanisme mengambil keterangan digital dan cyber ini (kembali dilanjut) minggu depan. Jadi (periksa video) tinggal 20% lagi," kata Anam di Kantor Komnas HAM Jakarta, Rabu (27/7)

Anam menambahkan, dari video yang sudah diterima Komnas HAM, dapat dipastikan keterangan Karopenmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan soal keterangan PCR yang dilakukan rombongan Ferdy Sambo seusai perjalanan Magelang adalah benar adanya.

"Tapi kalau yang paling penting dari video itu terlihat, termasuk apakah di video itu ada proses PCR? Ada! Ada jamnya dan siapa saja yang di PCR, termasuk almarhum Brigadir J," jelas Anam.

Sebelumnya, Ahmad Ramadhan menyatakan Ferdy Sambo sedang melakukan tes PCR saat baku tembak terjadi antara Brigadir J dengan Bharada E.

Terima Raw Material

Menurut Anam, pihaknya melihat secara langsung berbagai temuan siber dan digital forensik yang ada sambil menerima penjelasan. Termasuk soal isi rekaman CCTV dan ponsel yang juga ditunjukkan hasil dari metode pengecekan dan lainnya.

"Konsen yang penting di sini di Kramat Jati, dan waktunya sesuai. Lalu kami juga ditunjukkan di mana jejaring komunikasi yang terdapat di area Duren Tiga-Magelang. Jadi raw materialnya kami dikasih, jaring jaringnya siapa, ngomong apa, kami dikasih. Itu bahan raw material akan kami analisis dan komunikasi apa yang terjadi, dan itu akan ada di laporan hasil akhir kita," tutup Anam.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan keterngan Polri, Brigadir J dan Bharada E terlibat baku tembak di Rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Akibatnya, Brigadir J tewas.

Namun tewasnya Brigadir J menyisakan kejanggalan dan menyita perhatian publik. Bahkan,
Presiden Jokowi pun sampai memerintahkan agar kasus itu diusut tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Reporter: M Radityo/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel