Kasus Corona Meningkat, Jokowi Larang Bank Tagih Pakai Debt Collector

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi melarang bank dan industri keuangan nonbank untuk menagih utang kepada para kreditur. Apalagi dengan menggunakan jasa debt collector. Hal tersebut seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.

"Bank dan industri keuangan nonbank dilarang mengejar-mengejar angsuran apalagi menggunakan debt collector, itu dilarang," kata Jokowi saat teleconference bersama wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2020). 

Kepada pihak berwajib, Jokowi meminta perlu adanya pengawasan. "Saya minta kepolisan catat," ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi juga sudah memerintahkan Oritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melonggarkan relaksasi kredit untuk para Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah wabah Covid-19 dengan nilai kredit di bawah Rp 10 miliar.

"Keluhan dari UMKM kita kemarin sudah berbicara dengan OJK. OJK akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar. Baik kredit perbankan maupun industri keuangan nonbank," kata Jokowi saat memberikan arahan pada 34 Gubernur untuk menghadapi pandemik Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat hari ini. 

Penundaan cicilan tersebut, jelas Jokowi akan berlangsung selama 1 tahun.

"Penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga," ungkap Jokowi.

 

Stimulus Keuangan Oleh OJK

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan beberapa stimulus keuangan untuk industri perbankan melalui penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 yang berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.

Stimulus lain yakni bank dapat melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur, termasuk UMKM yang menyebabkan tunggakan pembayaran angsuran. Yaitu dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi tanpa batasan plafon kredit.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka 

Saksikan video pilihan di bawah ini: