Kasus Corona Terus Naik, Indonesia Belum Alami Gelombang Kedua COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Beberapa negara di Eropa melaporkan telah mengalami gelombang kedua pandemi COVID-19. Sedang, di Indonesia gelombang kedua belum terjadi.

Lebih jauh lagi, menurut Direktur Penyakit Menular WHO Regional Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama saat ini Indonesia sedang dalam fase kenaikan kasus.

Menurut definisinya, gelombang kedua terjadi ketika COVID-19 di suatu wilayah mengalami kenaikan kemudian menurun dan ketika muncul atau naik lagi, itulah gelombang kedua.

“Indonesia saat ini belum gelombang kedua bahkan belum menurun kasusnya,” ujar Tjandra ketika dihubungi Health Liputan6.com, Jumat (13/11/2020).

Tjandra, menambahkan, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gelombang kedua COVID-19 di Eropa adalah kelelahan menanggulangi gelombang pertama sehingga protokol kesehatan tidak dilanjutkan atau tidak seketat di gelombang pertama.

Indonesia juga memiliki potensi pandemi gelombang kedua namun lebih parah atau tidaknya sulit diprediksi, kata Tjandra.

“Ini tergantung juga pada vaksin dan obat.”

Jika vaksin dan obat telah ditemukan potensi gelombang kedua yang lebih parah memiliki kemungkinan lebih sedikit jika dibandingkan sebelum ada vaksin dan obat.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Maksimalkan Protokol Kesehatan

Direktur Penyakit Menular WHO Regional Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama bicara tentang gelombang kedua COVID-19. Foto: dokumentasi pribadi Tjandra.
Direktur Penyakit Menular WHO Regional Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama bicara tentang gelombang kedua COVID-19. Foto: dokumentasi pribadi Tjandra.

Protokol kesehatan COVID-19 yang diserukan pemerintah menjadi hal penting yang perlu dilakukan. Ketika ditanya tentang efektivitasnya, Tjandra belum bisa menyimpulkan karena perlu data yang dikumpulkan terlebih dahulu.

“Saya tidak bisa menyebut efektif atau tidak karena perlu diketahui berapa orang yang melakukan dan berapa yang tidak, sebaiknya ada tinjauan terlebih dahulu.”

Namun ia menambahkan, selama vaksin dan obat COVID-19 belum ditemukan, maka protokol kesehatan yang mencakup mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak (3M) adalah hal yang harus diterapkan.

“Jadi sebelum ada vaksin dan obat, kita maksimalkan dulu pencegahan di aspek perilaku.”

Dewasa ini, atas kebutuhan ekonomi masyarakat terpaksa harus kembali berkegiatan di luar rumah. Menurut Tjandra ini bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan kenaikan kasus.

“Masih banyak faktor lainnya, faktornya macam-macam tidak semua orang bisa di rumah saja tapi semua orang bisa memaksimalkan protokol kesehatan.”

Bahkan, setelah kasus menurun pun, protokol kesehatan sebaiknya masih tetap dilakukan, tutup Tjandra.

Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua COVID-19

Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Berikut Ini: