Kasus COVID-19 di Bangkalan Meroket, Penyekatan di Suramadu Diperketat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Petugas dari Pemerintah Kota Surabaya dan Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak mengetatkan penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 6 Juni 2021. Hal itu dilakukan sebagai respons antisipatif atas melonjaknya kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Pengetatan penyekatan dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ajun Komisaris Besar Polisi Ganis Setyaningrum.

Baca juga: PP Properti Sulap Area Laguna Jadi Hunian Modern, DP Nol Persen

"Karena ada peningkatan kasus positif di Madura, kami melakukan swab antigen di Suramadu, yang arah Madura,” kata Ganis kepada wartawan, hari ini.

Ia menjelaskan, penyekatan dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Pengendara dari arah Madura dicek kelengkapan dokumen kendaraannya, identitas pribadi pengemudi dan penumpang seperti KTP, dan surat bebas COVID-19. Bila tak mengantongi surat bebas COVID-19, pengendara dan penumpang langsung dites usap Antigen di lokasi.

Diberitakan sebelumnya, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Bangkalan menutup sementara Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) mulai Sabtu kemarin hingga Selasa, 5-8 Juni 2021, menyusul melonjaknya kasus COVID-19 di kabupaten ujung barat Pulau Madura itu. Apalagi, sejumlah tenaga kesehatan dikabarkan terpapar COVID-a9. Bahkan, satu dokter spesialis radiologi di sana meninggal setelah dirawat karena COVID-19.

"Di Bangkalan, terjadi peningkatan kasus, dan benar, direktur RS nya (mengatakan) karena ada yang dokter spesialis radiologi yang meninggal, lalu ada beberapa nakes juga terkonfirmasi positif, sehingga mereka mulai hari ini menutup IGDnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana dikonfirmasi VIVA pada Sabtu malam, 5 Juni 2021.

Di sisi lain, beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp berisi informasi bahwa terdapat 29 tenaga kesehatan di dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Arosbaya. Akibatnya, dua puskesmas itu untuk sementara ditutup. Ditanya soal itu, Herlin mengaku belum mengantongi data rinci soal berapa jumlah tenaga kesehatan di Bangkalan yang terpapar COVID-19.

Hal yang pasti, lanjut Herlin, pihaknya tengah menyiapkan rumah sakit penyangga di Surabaya untuk melayani warga Bangkalan yang membutuhkan perawatan, setelah IGD di RSUD Bangkalan ditutup sementara. Beberapa rumah sakit yang disiapkan sebagai penyangga di antaranya RSUD dr Soetomo, RS Haji, dan RS Unair.

“(RS) Di Surabaya (BOR-nya) relatif masih bagus,” ujarnya.