Kasus COVID-19 di Eropa Melonjak, Menkes: Karena Strain Baru dan Mobilitas Terlalu Agresif

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan kasus COVID-19 di beberapa negara Eropa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi usai Rapat Terbatas mengenai Pandemi COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (26/3/2021).

"Kita amati memang terjadinya karena adanya strain baru, yang juga sudah datang di Indonesia di Januari, dan juga adanya mobilitas yang terlalu agresif pembukaannya," kata Budi seperti disiarkan Youtube Sekretariat Presiden.

"Arahan bapak Presiden, coba dicari titik keseimbangan agar hasil yang sudah bagus, penurunan karena program PPKM mikro dan vaksinasi, kita tidak kehilangan momentum perbaikannya," Budi berujar.

Menurut Budi, hal ini agar kasus infeksi virus corona di Indonesia dapat terus menurun tanpa mengalami lonjakan seperti yang terjadi di Eropa.

Tetap 3M Meski Sudah Divaksin

Budi pun mengingatkan masyarakat agar tetap melakukan protokol kesehatan meski telah divaksin. Ia mengingatkan bahwa seseorang masih bisa tertular virus corona walau sudah divaksin, meski gejalanya kemungkinan tidak parah.

"Pesan saya kepada teman-teman, walaupun sudah divaksinasi, tolong tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," tandasnya.

"Vaksinasi bukan membuat kita kebal tidak mungkin terkena. Itu masih bisa terkena, cuma karena antibodi kita sudah baik, itu akan segera cepat sembuh dan tidak usah masuk ke rumah sakit, tapi masih bisa menularkan," katanya.

Budi mengatakan, apabila disiplin melakukan protokol kesehatan 3M, maka masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan adanya strain baru virus corona COVID-19.

Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen?

Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen? (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini