Kasus COVID-19 di Jawa Timur Melonjak, 18 RS Rujukan Baru Dibuka

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur bertambah signifikan dalam sebulan terakhir. Per hari, tambahan di atas 500 kasus. Mengantisipasi melonjaknya pasien COVID-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah 18 rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat.

Merujuk pada data COVID-19 per Jumat, 25 Desember 2020, total kasus positif COVID-19 di Jawa Timur sebanyak 79.207 kasus, setelah ada tambahan 822 kasus positif baru. Rinciannya, pasien yang masih dirawat sebanyak 6.002 orang, 67.728 orang sudah sembuh, dan 5.477 pasien meninggal dunia.

Melonjaknya kasus positif menyebabkan bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian ruang rawat inap rumah sakit di Jawa Timur meningkat 60-70 persen pada Desember, lebih tinggi dibandingkan Oktober yang mencapai 35-45 persen. Bahkan, sejumlah rumah sakit di Surabaya dan sekitarnya dilaporkan sudah penuh sehingga ada pasien gejala COVID-19 tertolak.

Baca: Menkes Soroti Kurangnya Jumlah Perawat Jika Kasus COVID-19 Melonjak

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat bersama Satuan Tugas Kuratif COVID-19 dan Dinas Kesehatan setempat untuk meningkatkan kapasitas bed isolasi. Salah satunya, dengan menyiapkan 18 rumah sakit rujukan baru dan RS Darurat di Surabaya, Malang dan Jember. Dengan penambahan RS ini diharapkan akan mampu merelaksasi beban RS di Jawa Timur.

"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dalam pandemi COVID-19 ini. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan kapasitas bed isolasi yang cukup dengan menambah 18 RS Rujukan COVID-19 baru di Jawa Timur guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat," kata Khofifah dalam keterangan tertulis pada Jumat, 25 Desember 2020.

Dengan adanya penambahan RS itu, kata Khofifah, jumlah RS Rujukan COVID-19 di Jawa Timur menjadi 145 unit. Jumlah itu lebih dari tiga kali lipat jumlah RS rujukan COVID-19 pada bulan Maret yang hanya ada 44 RS. Kapasitas 145 RS rujukan COVID-19 itu terdapat isolasi tekanan negatif dengan ventilator sebanyak 311 bed, isolasi tekanan negatif biasa sebanyak 2.416 bed, isolasi biasa sebanyak 2.966 bed, dan pengembangan 753 bed.

Sementara itu, untuk mengatasi kasus COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan, Khofifah juga mempersiapkan format RS Darurat Lapangan. Di Malang, RS Darurat Lapangan ditempatkan di Polkesma Jalan Ijen Boulevard. Sedangkan untuk di Jember, RS Paru Jember disiapkan sebagai RS khusus melayani pasien covid - 19.

Dengan demikian, total tambahan bed di RS Darurat mencapai 555 bed, yakni 150 di RS Darurat Lapangan Indrapura, 306 bed di RS Darurat Lapangan Idjen Boulevard dan 99 bed di RS Paru Jember. Dengan demikian, maka jumlah bed isolasi di Jawa Timur mencapai 7.001 bed baik di RS Darurat Lapangan maupun di RS Rujukan COVID-19.

Meskipun kapasitas bed isolasi di RS rujukan telah ditambah, Khofifah berharap supaya masyarakat makin meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Mengingat penerapan protokol kesehatan yang ketat terbukti sangat efektif di Jawa Timur sebelumnya.

"Saya menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur untuk memperketat protokol kesehatan. Meski kapasitas rumah sakit kita cukupi, saya berharap dengan mematuhi protokol kesehatan yang baik, masyarakat tidak tertular COVID-19 sehingga tidak perlu sampai masuk rumah sakit" kata Khofifah.