Kasus COVID-19 di Jepang Naik, PM Yoshihide Suga Sebut Olimpiade Tokyo Digelar Tertutup

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tokyo - Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga memperingatkan bahwa Olimpiade Tokyo dapat diadakan secara tertutup, karena kasus COVID-19 yang meningkat di wilayah Ibu Kota hanya tiga pekan sebelum Olimpiade dimulai.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (3/7/2021) penyelenggara memutuskan bulan lalu untuk menetapkan batas 10.000 penonton atau setengah dari kapasitas masing-masing tempat pada acara Olimpiade.

Tetapi PM Yoshihide Suga mengatakan pada Kamis (1/2) bahwa para penonton kemungkinan tidak dapat menonton Olimpiade secara langsung jika situasi COVID-19 memburuk.

Pemerintah Jepang diperkirakan akan memperluas pembatasan yang mencakup Tokyo karena kasus baru Virus Corona yang terus meningkat.

"Ada kemungkinan tidak ada penonton di Olimpiade," kata PM Suga.

"Kami akan bertindak dengan keselamatan dan keamanan rakyat Jepang sebagai prioritas utama kami," jelasnya.

Surat kabar Yomiuri Shimbun, yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, membeberkan bahwa para penonton Olimpiade nantinya kemungkinan dilarang untuk menghadiri acara yang diadakan pada malam hari atau di tempat-tempat besar.

Yomiuri dan media Jepang lainnya menyebut pihak penyelenggara juga kemungkinan akan menunda undian tiket untuk acara yang sudah banyak dipenuhi peminat.

"Infeksi meningkat di Tokyo dan tempat-tempat lain, dan orang-orang menyerukan langkah-langkah pencegahan untuk diperkuat," demikian disampaikan dalam laporan Yomiuri.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Jelang Olimpiade, Jepang Kemungkinan akan Perpanjang Pembatasan

Dua wanita memakai masker wajah untuk mengekang penyebaran virus corona berjalan di area perbelanjaan Asakusa saat hujan turun di Tokyo (28/5/2021). Infeksi virus corona di Jepang masih belum melambat saat bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade hanya dalam waktu 50 hari. (AP Photo/Hiro Komae)
Dua wanita memakai masker wajah untuk mengekang penyebaran virus corona berjalan di area perbelanjaan Asakusa saat hujan turun di Tokyo (28/5/2021). Infeksi virus corona di Jepang masih belum melambat saat bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade hanya dalam waktu 50 hari. (AP Photo/Hiro Komae)

Kasus COVID-19 telah meningkat di Jepang sejak keadaan darurat dicabut bulan lalu dan diganti dengan pembatasan yang lebih ringan.

Pembatasan itu pun dijadwalkan berakhir pada 11 Juli mendatang.

Tetapi, pemerintah Jepang kemungkinan akan memperpanjang pembatasan paling cepat pekan depan, yang berarti masih bisa berlaku saat Olimpiade dibuka pada 23 Juli.

Saat ini, 5.000 penonton diizinkan untuk berada di acara olahraga itu dengan diberlakukannya protokol kesehatan, yang juga mengharuskan restoran dan bar tutup lebih awal.

Pihak penyelenggara sebelumnya berencana untuk mengadakan undian pekan depan.

Tetapi karena ketidakpastian tentang batas jumlah kehadiran, undian tersebut kemungkinan akan ditunda.

Tidak ada lagi tiket acara Olimpiade yang akan dijual dan penonton dari luar negeri juga telah dilarang hadir.

Wabah Virus Corona di Jepang tidak separah di banyak negara, dengan sekitar 14.800 kematian yang tercatat di negara tersebut. Namun, para ahli memperingatkan bahwa gelombang kasus lain dapat memperluas layanan medis sekitar waktu dilangsungkannya Olimpiade.

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel