Kasus Covid-19 di Kota Bogor Menurun, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

·Bacaan 2 menit
Tenaga medis merawat pasien Covid-19 di tenda yang didirikan di luar rumah sakit di Bogor pada 29 Juni 2021, saat infeksi melonjak di Indonesia. Provinsi yang cukup banyak mengalami kematian di luar RS adalah Jawa Barat sejumlah 97 kematian dari 11 kota/kabupaten. (AFP/ Aditya Aji)

Liputan6.com, Bogor - Antrean di rumah sakit di Kota Bogor mulai melonggar sekalipun ruang perawatan intensif masih penuh seiring dengan mulai terjadinya penurunan kasus penularan covid-19.

Angka kesembuhan pasien corona covid-19 selama sepekan terakhir juga menunjukkan adanya peningkatan dan BOR (bed occupancy ratio) serta ICU (intensive care unit) berada di 70 persen.

"Angka (penularan) menunjukkan ada tren sedikit melandai. Kasus positif turun grafiknya walaupun belum signifikan. Angka kesembuhan juga naik," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Minggu malam (25/7/2021).

Namun demikian, pembatasan dan pengurangan mobilitas masyarakat masih perlu diberlakukan untuk menekan laju penularan di Kota Bogor.

"Mobilitas warga ini perlu terus ditekan lagi karena trennya sudah baik. Itulah yang mendasari kami melanjutkan ganjil genap," ujar Bima.

Menurut Bima, hal yang menjadi fokus adalah angka kematian masih tinggi. Selama PPKM Darurat diberlakukan, tercatat hampir 100 pasien Covid-19 meninggal dunia. Dari jumlah tersebut rata-rata pasien yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah (isoman).

"Karena itu kami ekstra kerja keras untuk mengurangi angka kematian. Kami telah memerintahkan camat, lurah, puskesmas bagi warga yang isoman dan memiliki komorbid, di atas usia 50 tahun, dan belum divaksin untuk dibawa ke tempat karantina atau rumah sakit. Karena ini sangat rentan," terangnya.

Tempat Isolasi Gejala Ringan Masih Cukup

Ia memastikan bahwa ketersediaan tempat tidur di tempat isolasi bagi gejala ringan dan tanpa gejala saat ini masih cukup banyak. Sehingga pasien tidak perlu khawatir tidak mendapat tempat tidur di pusat isolasi.

"Dan BOR di rumah sakit juga masih cukup. Saat ini Alhamdulillah BOR turun diangka 70 persen. Jadi sekarang kita juga fokus menekan mortality rate bagi warga isoman," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan oksigen, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor telah menyediakan masing-masing 6 kubik oksigen di enam kecamatan bagi pasien yang menjalani isoman di rumah.

"Mulai Selasa besok sudah disiapkan, jadi warga yang membutuhkan oksigen ukuran paling kecil nanti bisa mengisi di kantor kecamatan," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel