Kasus COVID-19 di Kudus 600 Persen, RS di Kota Tetangga Siaga Penuh

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh rumah sakit di masing-masing kota/kabupaten untuk mengaktifkan kembali ruang perawatan pasien COVID-19 seiring periode dua minggu setelah Lebaran, waktu yang disebut masa inkubasi penularan virus corona dampak aktivitas mudik.

Pemerintah provinsi telah mempersiapkan obat-obatan dan pelindung diri, juga pelatihan bagi tenaga kesehatan, terutama setelah beberapa wilayah di Jawa Tengah melaporkan kenaikan kasus penularan COVID-19 pasca-Lebaran.

"Hari ini dan kemarin, menurut teori epidemiologi, merupakan masa inkubasi adalah 2-14 hari; kalau terjadi penularan memang masa-masa kritis. Maka, satu minggu ke depan kita harus betul-betul waspada dan siap siaga untuk mengantisipasi apabila ada lonjakan kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo dalam konferensi pers secara virtual, Jumat, 28 Mei 2021.

"Kami siap bila dibutuhkan dari teman-teman kabupaten dan kota. Empat belas hari pasca lebaran adalah hari ini; seminggu ke depan kita tetap siaga, namun semoga tidak ada peningkatan eksponensial lagi," ujarnya.

Mengenai kasus penularan COVID-19 di Kudus, Yulianto mengatakan tingkat keterisian ruang rawat inap telah mencapai 90 persen. Maka Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah untuk merelaksasi kondisi itu.

Pemerintah menyiagakan rumah sakit di sekitar Kudus, atau daerah tetangga, untuk dapat menerima pasien rujukan dari Kudus. Yulianto telah menugaskan Rumah Sakit Wongso Negoro (RSWN) di Semarang untuk bersiap merawat pasien dari Kudus dan sekitarnya.

Dinas juga melatih para tenaga kesehatan di dua rumah di Kudus, yakni RSUD Loekmono Hadi dan Rumah Sakit Mardi Rahayu. Kedua rumah sakit sudah menambah kapasitas tempat tidur perawatan pasien COVID-19. “Dan peningkatan kapasitas sumberdayanya juga kita latih untuk merawat di ruang isolasi atau di intensive care unit," katanya.

Berdasarkan data terkini kasus aktif di Kudus, sebagaimana dipantau dari laman Corona.kuduskab.go.id, 29 Mei 2021, tercatat 822 kasus aktif di kabupaten itu, baik yang dirawat di RS maupun yang isolasi mandiri.

Jika dibandingkan dengan jumlah kasus aktif sebelum Lebaran, 12 Mei, yang berada di angka 129, maka tingkat kasus aktif 822 pasca-Lebaran telah melonjak hingga lebih dari 600 persen.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel