Kasus COVID-19 di Tangerang Naik, Walkot Sebut RS Lambat Input Data

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kota Tangerang mencatatkan angka tertinggi dalam kasus COVID-19. Dimana hal itu terjadi pada 25 Agustus 2021 lalu, yang terdapat 220 kasus baru per hari.

Padahal sejak pemberlakukan PPKM Level 3 dan masuknya Kota Tangerang ke zona kuning penyebaran COVID-19, kasus harian pada wilayah tersebut hanya berkisar 60 hingga 100 kasus.

Adanya hal ini, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyebutkan, bila kasus yang ada dalam laporan itu, bukan terjadi pada tanggal 25 Agustus saja.

"Bukan satu hari itu saja, tapi itu ada beberapa tambahan dari rumah sakit yang belum dimasukkan atau dilaporkan sebelumnya. Dan gabung di tanggal itu," katanya, Jumat, 27 Agustus 2021.

Lanjut Arief, kelambatan mendata pihak rumah sakit untuk melakukan laporan ke Satgas COVID-19 Kota Tangerang memang biasa terjadi, dan hal itu juga pernah terjadi di wilayah Depok, Jawa Barat.

"Kadang suka begitu (lambat mendata). Makanya, sering diingatkan pihak rumah sakit agar selalu meng-input data secara tepat waktu," ujarnya.

Arief jug berharap, angka kasus COVID-19 di Kota Tangerang bisa terus mengalami penurunan, agar laju perekonomian dan aktivitas masyarakat bisa kembali digelar secara terbatas.

Baca juga: Genjot Ekspor Produk Kelautan, Sistem Logistik Maritim Harus Dioptimal

"Kita harap bisa terus turun ya, saat ini BOR (Bed Occupancy Rate) saja sudah diangka 14 persen. Meski memang fluktuasinya naik. Tapi ini tetap jadi kabar baik, dan kita harap bisa terus mengalami penurunan," ungkapnya.

Sementara itu, saat ini kasus COVID-19 di Kota Tangerang mencapai 27.890 kasus dengan angka meninggal dunia 412 dan kesembuhan 25.670 kasus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel