Kasus Covid-19 Jateng Naik, Ganjar: Banyak Masyarakat Tak Minat Vaksinasi Booster

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus covid-19 di beberapa daerah Jateng kembali naik dalam beberapa pekan terakhir. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan capaian vaksinasi booster rendah baru 24,1 persen.

"Kita coba galakkan vaksinasi boosting lagi. Sebenarnya untuk masyarakat umum juga tapi kok rasa-rasanya banyak masyarakat yang agak tidak berminat ya. Padahal sekarang kasusnya di beberapa titik sedang meningkat lagi. Alhamdulillah Jawa Tengah masih terkendali. Harapan saya semua punya kesadaran untuk boosting," kata Ganjar Pranowo, Rabu (13/7).

Progres vaksinasi di Jawa Tengah untuk dosis satu sudah 93,82 persen, vaksinasi dosis dua sudah 85,08 persen. Sedangkan capaian untuk vaksinasi booster baru sekitar 24,1 persen. Jumlah itu menurut dia masih sangat rendah untuk hitungan di Jawa Tengah.

"Vaksinasi dosis tiga kita 24,1 persen. Itu kan masih rendah sekali, 24,1 persen ini sekitar 7 jutaan dan itu rendah di sini. Maka kemudian gerakan-gerakan ini penting untuk kemudian kita bisa laksanakan," ujarnya.

Terkait ketentuan pemerintah pusat syarat masuk mal harus sudah booster sebagai membangun kesadaran masyarakat lebih penting daripada memaksa masyarakat.

"Daripada diperintah, dipaksa-paksa, lebih baik membangun kesadaran diri karena itu untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain kok. Kalau itu dipersyaratkan nanti protes, protesnya pasti sekarang kita dipersulit. Kita sudah tahun ketiga, ayo bangun kesadaran sebab kalau itu naik lagi, repotnya bareng-bareng. Mari kita bangun kesadaran, sudah pakai saja maskermu dan yang belum boosting segera boosting," jelasnya.

Data riil kasus covid-19 di Jawa Tengah per Rabu, 13 Juli 2022, ada 1.400 kasus. Terjadi penambahan sebanyak 0,18 persen atau 57 kasus dari sebelumnya. Positivity rate-nya sekitar 2 persen.

Sementara daerah dengan dengan kasus aktif tertinggi di Jawa Tengah ada Kota Semarang dengan 175 kasus, Kabupaten Klaten 134 kasus, Kabupaten Jepara 116 kasus.

"Kalau kita lihat kabupaten/kota kasus aktif tertinggi ada Kota Semarang 175, Kabupaten Klaten 134, Kabupaten Jepara 116. Ini yang di atas seratus, lainnya di bawah seratus. Kasus terendah di Kabupaten Semarang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Cilacap, ini masing-masing dua kasus," pungkas Ganjar. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel