Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Malaysia Perketat MCO dan Tutup Sekolah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kuala Lumpur dan Johor Bahru, Malaysia kembali masuk dalam daftar area pembatasan pergerakan atau Malaysian Movement Control (MCO) mengingat kasus COVID-19 di negara tersebut kembali meningkat.

Hal ini disampaikan Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Rabu (5 Mei). Menurutnya aturan ini berlaku dari 7 Mei hingga 20 Mei mendatang.

Melansir CNA, sebelumnya Ismail mengatakan pada hari Selasa bahwa enam distrik di Selangor akan berada di bawah MCO efektif 6 Mei hingga 17 Mei.

"Dari 1 April hingga 27 April, Kementerian Kesehatan (Depkes) memverifikasi bahwa ada 17 cluster baru di Kuala Lumpur, dengan jumlah kasus harian meningkat. Setelah mengevaluasi presentasi kementerian kesehatan, pemerintah telah setuju untuk memberlakukan MCO di seluruh Kuala Lumpur dari 7 Mei hingga 20 Mei," kata Ismail mengutip CNA, Kamis (6/5/2021).

Untuk distrik Johor Bahru, Kulai dan Kota Tinggi, Depkes melaporkan bahwa jumlah kasus aktif dengan banyak kasus sporadis di masyarakat tinggi, tambah Ismail.

"Selain itu, ketiga distrik di negara bagian ini merupakan zona merah dengan kasus melebihi 150."

Setelah penilaian risiko, lanjut Ismail, diputuskan bahwa ketiga distrik di Johor juga akan ditempatkan di bawah MCO dari 7 Mei hingga 20 Mei.

Selain itu, 14 kecamatan di Besut, Terengganu, serta kecamatan Taiping di Perak juga akan ditempatkan di bawah MCO. Untuk wilayah di bawah MCO, acara sosial seperti pernikahan dan reuni akan dilarang. Makan di restoran atau rumah makan umum juga tidak diperbolehkan.

Penutupan Sekolah

Sementara itu, sekolah di Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya akan ditutup pada Kamis dan Jumat, seperti diumumkan pihak berwenang.

"Setelah memeriksa dan mengevaluasi kembali situasi (COVID-19) di negara bagian, pagi ini kami memutuskan bahwa semua institusi pendidikan di negara bagian, tidak terbatas pada enam distrik MCO, akan ditutup mulai 6 Mei,” ujar Kepala Menteri Selangor Amirudin Shahri dalam keterangan pers.

“Maksud saya semua sekolah termasuk sekolah Islam yang berada di bawah negara akan ditutup. Kami berharap sekolah swasta akan mengikuti dan menghentikan operasinya juga sampai setelah Hari Raya atau setelah periode belajar di rumah yang saat ini ditetapkan selama 10 hari setelah perayaan.”

Menurut Amirudin, risiko penularan di sekolah sangat tinggi. Ia tidak memungkiri bahwa sekolah-sekolah di Malaysia menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan. Namun, sejumlah negara bagian melaporkan sebagian besar kasus berasal dari sekolah.

“Itu menyebar, di antara para guru dan staf dan semua,” tutupnya.

Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular COVID-19 hingga 99,9 Persen

Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular Covid-19 hingga 99,9 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular Covid-19 hingga 99,9 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Berikut Ini