Kasus Covid-19 Klaster Pesantren di Depok Kembali Meningkat

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok kembali mendeteksi adanya peningkatan penularan COVID-19 pada klaster pesantren. Tercatat, sebanyak empat pesantren yang terkonfirmasi terjadi penularan COVID-19 akibat kurangnya protokol kesehatan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Penyebaran COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, pada penanganan pencegahan penularan penyebaran COVID-19 Kota Depok, pihaknya telah menemukan dan terkonfirmasi adanya sejumlah pesantren terjadi penularan COVID-19. Tim Gugus Tugas Kota Depok telah mengkonfirmasi kepada pihak pesantren terkait penularan tersebut.

"Ada empat pesantren yang terkonfirmasi terjadinya penularan COVID-19 terhadap santri," ujar Dadang, Senin (26/4/2021).

Dadang mengungkapkan, untuk pesantren berinisial ZZS sebanyak 25 kasus, pesantren MD sebanyak 46 kasus, Pesantren BQ sebanyak empat kasus, dan pesantren A sebanyak satu kasus dengan total kasus sebanyak 76 kasus. Untuk pesantren ZZS sudah dilakukan penanganan di rumah sakit sebanyak dua orang dan sisanya dilakukan isolasi mandiri di pesantren tersebut.

"Sudah terkonfirmasi sejak minggu lalu sudah dilakukan swab PCR mandiri dan pesantren lain kami fasilitasi Swab PCR," terang Dadang.

Tak Disiplin Prokes

Dadang menjelaskan, terjadinya peningkatan klaster pesantren di Kota Depok diakibatkan kurangnya penerapan disiplin protokol kesehatan. Pesantren yang terkonfirmasi telah diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Pemerintah Kota Depok telah berupaya maksimal untuk melakukan pencegahan penularan COVID-19 di Kota Depok.

"Total keseluruhan santri yang telah terkonfirmasi dari awal COVID-19 hingga saat ini mencapai 485 kasus," ucap Dadang.

Dadang menuturkan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, telah melakukan tracing terhadap santri yang telah terkonfirmasi. Selain itu, Tim Gugus Tugas Depok berusaha mencari dan mengkonfirmasi adanya santri Depok yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren di luar Kota Depok.

"Kalau santri yang mondok di luar Depok sebanyak 45 orang," tutup Dadang.

Saksikan Video Piliihan Berikut Ini: