Kasus Covid-19 Melandai, Epidemiolog Ingatkan Gelombang Ketiga Bila Prokes Diabaikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan menilai Indonesia bisa menekan kasus aktif Covid-19 hingga di bawah 100 ribu. Namun target itu bisa tercapai jika kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat terus diberlakukan.

"PPKM diteruskan. Level PPKM turun atau naik sesuai indikatornya di masing-masing kabupaten/kota. Pelonggaran aktivitas secara hati-hati dengan memerhatikan upaya pencegahan supaya tidak terjadi penularan, seperti penerapan protokol kesehatan yang konsisten dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi," ujar Iwan di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Iwan menilai, keyakinan pemerintah kasus Covid-19 bakal turun di hingga di bawah 100 ribu di akhir September cukup beralasan, itu karena kasus harian dalam beberapa pekan sempat berada di periode dengan kasus aktif mencapai 500 ribuan. Beberapa hari terakhir, kasus aktif berada di angka 150 ribuan.

Iwan mengingatkan, semua pihak juga perlu mengantisipasi ancaman gelombang ketiga serta virus varian baru. Selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, Iwan menilai program vaksinasi harus secepatnya menyentuh semua penduduk Indonesia.

"Termasuk anak di bawah 12 tahun, setelah ada vaksin yang terbukti aman untuk mereka,” ujar Iwan.

Pengawasan Ketat Di Perbatasan Negara

Warga menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 usai mengikuti vaksin di SDN Grogol Utara 09 Pagi, Jakarta, Sabtu (28/8/2021). Vaksinasi yang diikuti 1.000 peserta merupakan kolaborasi yang sejalan dengan semangat RYTHM dari QNet dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. (Liputan6.com/HO/QNet)
Warga menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 usai mengikuti vaksin di SDN Grogol Utara 09 Pagi, Jakarta, Sabtu (28/8/2021). Vaksinasi yang diikuti 1.000 peserta merupakan kolaborasi yang sejalan dengan semangat RYTHM dari QNet dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. (Liputan6.com/HO/QNet)

Iwan juga mendorong screening yang baik di seluruh pintu masuk negara, termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil. Kemudian, kualitas testing dan tracing harus tetap ditingkatkan dan terus dipertahankan.

Jika ada penyebaran kasus secara cepat di satu daerah, segera lakukan pemeriksan secara whole genome sequencing (WGS). WGS adalah teknik komprehensif yang digunakan dalam proses pengurutan sekuens DNA menjadi suatu gambaran genom utuh.

"Segera lakukan pengetatan mobilitas jika terjadi peningkatan transmisi, patuhi indikator PPKM,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan pun yakin bisa menekan kasus aktif hingga di bawah 100 ribu. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut langkah untuk mencapai target tersebut,

" Kunciny Memperkuat testing dan tracing," kata Nadia.

Siti Nadia mengatakan, saat ini penanganan Covid-19 tidak terfokus di beberapa wilayah tertentu, tapi di semua daerah sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel