Kasus COVID-19 Melonjak, California AS Pesan Ribuan Kantong Jenazah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, California - Pejabat Negara Bagian California, Amerika Serikat memesan ribuan kantong jenazah tambahan ketika rekor kasus Virus Corona COVID-19 dilaporkan di Los Angeles.

Dilansir AFP, Rabu (16/12/2020) lonjakan kasus COVID-19 tersebut menyebabkan menipisnya jumlah tempat tidur perawatan intensif yang tersedia kini hanya kurang dari 100, di negara bagian berpenduduk 10 juta orang itu.

"Kami baru saja memesan 5.000 kantong jenazah tambahan ... yang seharusnya menenangkan," kata Gubernur California Gavin Newsom, yang juga memperingatkan bahwa negara bagian itu kini "di tengah puncak paling akut" Virus Corona COVID-19.

"Saya tidak ingin ... menakut-nakuti orang. Tapi ini penyakit yang mematikan, dan kita perlu berhati-hati di mana kita berada. Kita juga belum mencapai garis akhir," ungkapnya.

Situasi COVID-19 dilaporkan kian parah di seluruh bagian selatan California, yang sempat dipuji atas tanggapan awalnya terhadap pandemi di musim semi.

Namun situasi telah berubah dengan lonjakan kasus infeksi yang telah membuat penerimaan rumah sakit terhadap pasien COVID-19 hingga enam kali lipat sejak pertengahan Oktober 2020.

Sementara di luar Los Angeles, otoritas kesehatan telah menyampaikan kekhawatiran pada situasi di distrik terdekat yakni Ventura dan Riverside, yang beroperasi dengan masing-masing 99 dan 100 persen kapasitas ICU habis.

Dilaporkan juga bahwa sejumlah ambulans harus menunggu hingga lima jam sebelum pasien dapat diangkut ke rumah sakit.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Permintaan Ruang ICU di RS yang Besar

Orang-orang memakai masker saat berjalan di depan komidi putar di Pier 39 saat wabah COVID-19 di San Francisco, California, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020). California menjadi negara bagian kedua selain Texas yang mencatat 1 juta kasus infeksi COVID-19. (AP Photo/Jeff Chiu)
Orang-orang memakai masker saat berjalan di depan komidi putar di Pier 39 saat wabah COVID-19 di San Francisco, California, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020). California menjadi negara bagian kedua selain Texas yang mencatat 1 juta kasus infeksi COVID-19. (AP Photo/Jeff Chiu)

Meskipun vaksinasi COVID-19 telah dimulai di beberapa wilayah di California, proses tersebut diperkirakan akan terlambat untuk membendung gelombang ketiga Virus Corona di negara bagian itu.

Juru bicara UCI Health di Orange County, John Murray, mengakui permintaan ruang ICU di rumah sakitnya "besar". Namun ia meyakinkan hal itu bisa ditangani.

"Kami memiliki kemampuan untuk mengubah unit lain menjadi ICU dengan cukup cepat," terang Murray.

Meski dengan kapasitas ICU yang tersisa di California selatan turun menjadi hanya 1,7 persen, beberapa ahli tetap memperingatkan kurangnya perawatan khusus dapat memicu lonjakan angka kematian.

"Banyak orang mungkin berpikir bahwa ini bukanlah sesuatu yang benar-benar perlu dikhawatirkan karena rumah sakit dapat menambahkan lebih banyak tempat tidur - kenyataannya adalah setiap tempat tidur perlu dikelola oleh petugas perawatan kesehatan yang sangat terlatih dan terampil," sebut Direktur Kesehatan Masyarakat Los Angeles County, Barbara Ferrer.

"Kami tidak memiliki ketersediaan petugas kesehatan tanpa batas, dan mereka yang ada di sini menyelamatkan nyawa setiap hari sampai kelelahan," ungkapnya.

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: