Kasus COVID-19 Melonjak, IHSG Turun 1 Persen Jelang Penutupan Perdagangan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin turun dalam pada sesi kedua perdagangan Senin (28/6/2021). Investor mencermati perkembangan kasus COVID-19 di Asia dan Indonesia mempengaruhi laju IHSG.

Pada Senin sore pukul 14.39 WIB, IHSG melemah 1,15 persen ke posisi 5.952.Indeks saham LQ45 turun 1,8 persen ke posisi 838,50. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah. Sebanyak 378 saham merosot sehingga menekan IHSG. 129 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi 6.030,89 dan terendah 5.946,05. Total frekuensi perdagangan 1.171.251 kali dengan volume perdaganan 15,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,8 triliun. Investor asing lepas saham Rp 327,58 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 14.478.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor IDXHealth naik 3,25 persen dan sektor IDXNoncylical menguat 0,22 persen. Sektor saham IDXEnergy turun 1,91 persen, sektor saham IDXBasic merosot 2,23 persen dan sektor saham IDXIndustry melemah 2,1 persen.

Saham-saham masuk top gainers antara lain saham PORT naik 25 persen, saham FMII naik 24,41 persen, saham INAF naik 14,29 persen dan saham KAEF menguat 13,93 persen.

Saham-saham yang melemah antara lain saham JPFA turun 6,95 persen, saham INPS melemah 6,94 persen, dan saham EDGE tergelincir 6,94 persen.

Bursa Saham Asia Bervariasi pada Awal Pekan Ini

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan saham Senin pagi 28 Juni 2021. Sementara itu, data ekonomi China menunjukkan keuntungan industri melambat pada Mei 2021.

Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 melemah 0,15 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix naik 0,16 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,12 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Senin (28/6/2021).

Indeks Australia sedikit berubah dengan kecenderungan mendatar. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah.

Data ekonomi China menunjukkan keuntungan perusahaan industri China naik 36,4 persen pada Mei 2021. Data tersebut menunjukkan perlambatan dari pertumbuhan 57 persen year on year (YoY) pada April 2021.

Indeks dolar AS berada di kisaran 91,78 setelah sentuh posisi 92,1. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 110,83 per dolar AS. Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak berjangka Brent naik 0,24 persen menjadi USD 76,36 per barel. Harga minyak berjangka AS menguat 0,22 persen menjadi USD 74,21 per barel.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel