Kasus COVID-19 Melonjak, Korea Selatan Perketat Aturan Social Distancing

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Seoul - Korea Selatan memperketat aturan social distancing di sebagian besar wilayah pada Rabu 14 Juli 2021 untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19.

Negara itu melaporkan 1.615 infeksi baru COVID-19. Korea Selatan sebelumnya telah mencatat rekor dalam kasus harian Virus Corona sebanyak 1.378 pada 9 Juli lalu - menambah kekhawatiran yang berpusat pada penyebaran cepat varian Delta dan kampanye vaksinasi yang lamban.

Kelompok infeksi bermunculan dengan cepat di sekitar Ibu Kota Seoul dan daerah sekitarnya yang dipicu oleh COVID-19 varian Delta, kata Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA), seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (14/7/2021).

Perdana Menteri Korea Selatan Kim Boo-kyum mengatakan mulai Kamis besok 15 Juli, pemerintah akan memperketat aturan social distancing di sebagian besar wilayah di negara itu - dengan pengecualian beberapa wilayah selatan, ke level dua.

Di bawah level dua, pertemuan lebih dari delapan orang dilarang, dan restoran serta bar harus tutup pada tengah malam.

"Jumlah rata-rata kasus baru dari daerah di luar wilayah metropolitan Seoul meningkat lebih dari dua kali lipat dari pekan lalu," kata Kim dalam pertemuan intra-lembaga penanganan COVID-19 Korea Selatan.

Ditambahkannya juga bahwa pembatasan lebih lanjut akan diberlakukan di beberapa daerah berisiko tinggi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Korea Selatan Laporkan Penurunan Peserta Vaksinasi COVID-19

Pekerja mengenakan pakaian pelindung saat menyemprotkan Disinfektan sebagai tindakan pencegahan virus corona COVID-19 di tempat parkir bus di Seoul, Korea Selatan, Rabu, (26/2/2020). (AP Photo/Ahn Young-joon)
Pekerja mengenakan pakaian pelindung saat menyemprotkan Disinfektan sebagai tindakan pencegahan virus corona COVID-19 di tempat parkir bus di Seoul, Korea Selatan, Rabu, (26/2/2020). (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jumlah kasus COVID-19 di Korea Selatan jauh lebih rendah daripada banyak negara lain di dunia, dengan 171.911 infeksi secara keseluruhan dan 2.048 kematian, menurut data KDCA.

Kematian dalam kasus baru juga jarang terjadi, dan kasus penyakit serius pun sedikit karena banyak orang yang lebih tua dan rentan sudah divaksinasi, meskipun kekurangan pasokan vaksin baru-baru ini.

Jumlah orang yang mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Korea Selatan telah merosot menjadi sekitar 30.000 sehari dari lebih dari 850.000 sehari pada awal Juni 2021, menurut data KDCA. Hanya 30,6 persen dari 52 juta penduduk negara itu yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Kepala KDCA, Jeong Eun-kyeong menyampaikan permohonan maafnya setelah rencana vaksinasi untuk orang berusia 55 hingga 59 tahun dihentikan selama sepekan setelah lonjakan permintaan vaksinasi di situs web pemerintah.

Jeong mengatakan pemerintah Korea Selatan telah memesan pasokan vaksin yang cukup, tetapi penjadwalan beberapa pengiriman vaksin selama beberapa pekan mendatang belum diselesaikan.

Mulai Kamis besok (15/7) semua sekolah di wilayah Seoul akan beralih ke kelas online hingga 25 Juli, dan lembaga pendidikan swasta diharuskan tutup pada pukul 10 malam, kata Kementerian Pendidikan Korea Selatan.

Varian Delta menyumbang 30,7 persen dari semua kasus baru COVID-19 di Korea Selatan yang dilaporkan dari 4 Juli hingga 10 Juli, ungkap KDCA.

Infografis Sudah Vaksinasi COVID-19? Jangan Kendor 5M!

Infografis Sudah Vaksinasi COVID-19? Jangan Kendor 5M! (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Sudah Vaksinasi COVID-19? Jangan Kendor 5M! (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel