Kasus COVID-19 Meningkat, Belajar Tatap Muka di Garut Dihentikan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Garut, Jawa Barat, kembali merilis out break COVID-19 atau peningkatan kasus positif Corona lebih dari dua kali lipat. Akibatnya sekolah tatap muka terpaksa dihentikan, sekaligus Garut kembali menerapkan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 15 Juni 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Maskut Farid mengatakan bahwa di Kabupaten Garut kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 saat ini cukup signifikan dari segala klaster. Selain klaster wisata, juga tertular dari klaster ibu kota yang pulang kampung.

"Sehingga kami terpaksa menghentikan kembali sekolah tatap muka di Kabupaten," ujarnya, Sabtu 5 Juni 2021.

Untuk kesekian kalinya positif Corona di Kabupaten Garut mengalami peningkatan pasca musim mudik lebaran kemarin. Hari ini dilaporkan 113 peningkatan terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga ruanvan isolasi di RSUD dr Slamet Garut hampir penuh.

"Warga yang tertular Corona merupakan warga yang sebelumnya telah dilakukan vaksin COVID-19," ungkap Maskut.

Sementara itu, untuk kasus COVID-19 varian baru hingga saat ini belum bisa terdeteksi, mengingat PCR atau alat swab di Kabupaten Garut belum bisa mendeteksi varian baru dari India.

"Untuk kasus virus COVID-19 varian baru memang belum terdeteksi, dan varian baru ini lebih berbahaya," pungkasnya.

Sementara itu, hingga hari kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Garut mencapai 10.500 kasus, untuk dua pekan terakhir peningkatan kasus positif mencapai dua kali lipat dengan jumlah kematian akibat COVID-19 lebih dari 20 orang.

Baca juga: Kapolri Minta Tetangga Kudus Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel