Kasus Covid-19 Meningkat, Pakar Sarankan Vaksin Booster Kedua

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus positif Covid-19 di Indonesia konsisten naik sepekan terakhir. Semenjak munculnya varian Omicron BA.5. Pada Jumat (22/7), tercatat kasus covid di Indonesia sudah mencapai 6.159.328 kasus.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, booster kedua patut diberikan ke masyarakat. Setidaknya pada kelompok yang berisiko tinggi. Sekiranya ada empat alasan kenapa vaksin booster kedua sangat dibutuhkan.

Pertama, efikasi vaksin primer akan menurun sesudah lebih dari 6 bulan. Kedua, varian dan subvarian baru cenderung dapat menghindar dari sistem imun yang terbentuk.

"Ketiga kasus yang terus meningkat sekarang ini dan keempat adalah sesuai dengan kebijakan beberapa negara," ujar Tjandra.

Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi itu, juga memaparkan, mengapa vaksin booster dibutuhkan negara-negara lain.

Pada 10 Juni 2022, Singapura menyatakan, booster kedua dapat diberikan pada semua penduduk 50 tahun ke atas. Kemudian, pada 1 Juli 2022, Kementerian Kesehatan Singapura merekomendasikan mereka di atas 18 tahun ke atas yang rentan terkena Covid-19 parah. Untuk mendapat booster kedua juga.

"Setidaknya sesudah 5 bulan dari booster pertama," jelas Tjandra.

Di negara Malaysia, Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan, "Kasus Covid-19 kembali meningkat. Banyak yang tidak terinfeksi tahun terakhir, kini terjangkit. Jadi kalau Anda berusia 50 tahun ke atas, sudah mendapat dosis (booster) pertama, Anda boleh mendapat dosis kedua,"

Meskipun orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas dalam keadaan sehat dan tidak termasuk berisiko tiggi, mereka tetap boleh mendapatkan vaksin booster kedua di Malaysia.

Golongan lain pun berhak mendapatkan booster kedua khususnya juga pada orang garis depan penanganan Covid-19. Pasalnya, booster kedua tersebut dapat diperoleh sekurang-kurangnya enam bulan setelah booster pertama diberikan.

Di Eropa, pemberian vaksin booster kedua masih menjadi pertimbangan khususnya pada orang yang berusia 60 sampai 79 tahun serta kelompok yang rentan terkena. Hal tersebut disampaikan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) dan ‘European Medicines Agency (EMA)’ pada 11 Juli 2022 lalu.

Sekiranya pemberian booster di Eropa dapat dilakukan empat bulan sesudah booster pertama. Tapi diprioritaskan bagi mereka yang sudah mendapat booster pertama pada enam bulan sebelumnya.

Sedangkan di Amerika Serikat, 'Center of Disease Control and Prevention (CDC)' sudah memberikan rekomendasi untuk masyarakat yang mengalami gangguan imunologi. Serta mereka yang berusia di atas 50 tahun dan telah menerima vaksin booster ke pertama akan diberikan vaksin booster kedua dengan vaksin mRNA.

Tjandra, menambahkan, keperluan booster di Indonesia masih rendah. "Maka perlu dijalankan bersamaan antara peningkatan cakupan booster (pertama) bersamaan dengan ketersediaan booster kedua pada kelompok risiko tinggi," ujar dia. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel